Dari Ripple Labs hingga Whale, Inilah Pemilik XRP Terbesar di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar mata uang kripto kembali diwarnai dengan laporan terbaru mengenai distribusi kepemilikan Ripple (XRP). Data terkini menunjukkan bagaimana konsentrasi kepemilikan masih sangat tinggi di kalangan institusi dan individu tertentu.
Dari Ripple Labs hingga para whale, laporan “rich list” tahun 2025 ini memberi gambaran jelas tentang siapa yang benar-benar memegang kendali atas salah satu aset kripto paling populer di dunia.
Melansir dari Pintu, Sabtu (13/9/2025), Ripple Labs tetap menjadi pemilik terbesar XRP, dengan porsi sekitar 42% dari total suplai 100 miliar token. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,5 miliar XRP digunakan untuk kebutuhan operasional, sementara 35 miliar lainnya disimpan dalam mekanisme escrow. Sistem escrow ini merilis sekitar 1 miliar XRP setiap bulan melalui smart contract di XRP Ledger.
Strategi penguncian ulang (relock) membuat suplai XRP tetap terkendali. Ripple umumnya hanya menggunakan sebagian kecil dari token yang dibuka setiap bulan, sementara sisanya dikunci kembali.
Pendekatan ini membantu menjaga stabilitas harga, namun juga menimbulkan perdebatan tentang desentralisasi karena besarnya kendali Ripple terhadap suplai yang beredar di pasar mata uang kripto.
Chris Larsen, Individu Terkaya di Ekosistem XRP
Chris Larsen, salah satu pendiri Ripple dan ketua eksekutif perusahaan, tercatat sebagai pemilik individu terbesar XRP dengan lebih dari 2,5 miliar token, setara sekitar Rp 114 triliun (US$ 7 miliar) pada 2025. Kepemilikannya tersebar di delapan dompet berbeda, dengan empat dompet utama yang belum pernah melakukan transfer keluar sejak pemberian awal pada 2013.
Meskipun sempat menjual sebagian besar kepemilikannya pada Juli 2025 senilai Rp 2,87 triliun (US$ 175 juta), Larsen masih memegang sekitar 4,6% dari kapitalisasi pasar XRP. Jumlah ini memberinya pengaruh signifikan terhadap dinamika harga, sekaligus menjadikannya salah satu tokoh terkaya di industri kripto.
Selain Ripple dan Larsen, sejumlah bursa besar juga masuk dalam daftar pemilik XRP terbesar. Upbit dari Korea memimpin dengan sekitar 6 miliar XRP dalam kustodi, disusul Binance dengan lebih dari 2,7 miliar XRP, Uphold hampir 2 miliar, dan Coinbase dengan sekitar 780 juta XRP. Walau sebagian besar merupakan dana nasabah, data ini menunjukkan kuatnya minat retail terhadap aset ini.
Pada saat yang sama, whale XRP mencatat rekor kepemilikan. Hingga Juni 2025, terdapat 2.708 alamat yang masing-masing menyimpan lebih dari 1 juta XRP, mencerminkan kepercayaan institusi terhadap prospek Ripple (XRP). Lonjakan ini juga diiringi peningkatan alamat aktif harian di XRP Ledger menjadi 295.000, naik drastis dibanding rata-rata tiga bulan sebelumnya.
Lebih lanjut, data “rich list” 2025 mengungkapkan bahwa 100 alamat teratas mengendalikan sekitar 68% dari suplai beredar XRP. Konsentrasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai desentralisasi dan stabilitas pasar.
Walau demikian, kejelasan hukum pasca berakhirnya sengketa dengan SEC pada Agustus 2025 memberi angin segar bagi investor institusi dan retail untuk kembali mempercayai XRP sebagai aset kripto dengan prospek jangka panjang. Dengan suplai yang masih terkendali oleh Ripple dan akumulasi agresif dari para whale, pasar XRP menunjukkan kombinasi antara peluang pertumbuhan dan tantangan terkait distribusi kepemilikan.

