Teka-teki Ripple IPO di Tahun Ini hingga ETF XRP Bakal Sah di Oktober?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - XRP kembali menjadi berita utama, sayangnya kali ini bukan hanya tentang aksi harga. Analis kripto VirtualBacon, dalam video terbarunya, membagikan uraian lengkap perkembangan penting yang dapat memengaruhi XRP, IPO Ripple, rencana stablecoin-nya, potensi persetujuan ETF, dan rumor pasar yang sedang berlangsung.
Saham pra-IPO Ripple saat ini diperdagangkan di luar bursa (OTC) dengan valuasi sekitar US$ 20 miliar, dengan beberapa pihak memperkirakan saham tersebut dapat naik 10 kali lipat pasca IPO. Namun VirtualBacon memperingatkan untuk tidak berharap XRP akan mengalami hal yang sama. Adapun tidak ada hubungan pasti antara harga saham Ripple dan nilai token XRP.
Jika Ripple go public, investor besar mungkin lebih memilih untuk membeli sahamnya daripada token XRP. Saham Ripple pra-IPO dijual dengan harga sekitar US$ 100, tetapi hanya investor berpengalaman yang dapat mengaksesnya. Jadi, meskipun IPO dapat menarik lebih banyak perhatian ke Ripple, hal itu mungkin tidak secara langsung mendorong XRP.
Baca Juga
Tembus Rekor Tertinggi Baru, Harga Ripple (XRP) Diprediksi Bisa Melonjak hingga US$ 50
Ripple baru-baru ini mengajukan permohonan lisensi bank nasional di AS, yang akan menempatkannya setara dengan Circle. Langkah ini mendukung stablecoin Ripple, RLUSD. Selain itu, dengan aturan baru seperti Genius Act yang akan segera diberlakukan, penerbit stablecoin mungkin akan segera diwajibkan untuk memegang dolar asli atau obligasi pemerintah AS. Strategi Ripple sejalan dengan aturan ini, dan mendapatkan lisensi bank akan membuat RLUSD lebih menarik bagi institusi.
Persetujuan ETF XRP
Setelah meluncurkan ETF berjangka XRP di CME dan NYSE, momentum untuk produk spot semakin meningkat. VirtualBacon menyoroti bahwa analis Bloomberg telah memberikan peluang 95% bagi ETF spot XRP, Litecoin, dan Solana untuk disetujui pada bulan Oktober. Jika benar, hal ini akan memperkuat posisi XRP di antara aset digital papan atas.
Di sisi lain, ada rumor daring bahwa Ripple dan Swift sedang bekerja sama, tetapi VirtualBacon mengatakan itu hanya rumor tanpa sumber yang jelas. Meskipun Swift sedang menguji teknologi yang didukung XRP (seperti ISO 20022), Swift juga bekerja dengan blockchain lain seperti Stellar dan Algorand. Bahkan CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan keduanya masih bersaing.
Baca Juga
Ripple membuka 1 miliar XRP setiap bulan, mengunci ulang 70–80% secara berkala. Meskipun beberapa pihak mengklaim Ripple sedang "dumping", data on chain menunjukkan konsistensi. Namun, Ripple berencana untuk berhenti merilis laporan triwulanan XRP, dengan alasan tekanan SEC, sebuah langkah yang menambah ketidakpastian. Namun, aktivitas ini tetap sepenuhnya transparan di on chain.
Sementara itu, pasar berjangka XRP sedang memanas, dengan Open Interest (OI) melonjak melampaui US$ 10 miliar, menandai rekor tertinggi baru. Lonjakan ini terjadi seiring XRP mendekati $3,48, level yang belum pernah terlihat selama bertahun-tahun. Secara historis, lonjakan OI seperti itu sering kali menandakan reli harga yang kuat, mengisyaratkan potensi kenaikan lebih lanjut dalam momentum XRP.

