Budiman Sudjatmiko Jawab Kritik Aliansi Ekonom Soal Program Strategis Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, merespons kritik Aliansi Ekonom Indonesia yang menilai program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto bersifat populis dan tidak berorientasi jangka panjang.
“Aliansi Ekonom Indonesia menganggap seolah program kerakyatan pemerintah itu tanpa substansi. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih memiliki muatan ekonomi makro-struktural yang lebih luas daripada sekadar bagi-bagi bantuan,” ujar Budiman dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Budiman menegaskan program MBG bukan sekadar konsumsi jangka pendek, melainkan menciptakan pasar stabil bagi petani, peternak, dan industri pangan lokal. Sekolah Rakyat dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia produktif, sedangkan Kopdes Merah Putih dirancang guna memperkuat kelembagaan ekonomi desa sekaligus mendorong industrialisasi berbasis komunitas.
“Populis biasanya berarti program jangka pendek, konsumtif, dan tidak membangun basis produksi. Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya konsumsi, tapi pasar bagi petani, peternak, industri pangan lokal. Artinya ada permintaan yang stabil dan memberi insentif produksi pangan dalam negeri,” jelasnya.
Baca Juga
Mahasiswa Tagih Pemerintah dan DPR Penuhi 17+8 Tuntutan Rakyat
Menurut Budiman, ketiga program tersebut memiliki fondasi teori ekonomi yang kuat, baik dari perspektif Keynesian maupun Hayekian. MBG berfungsi sebagai stimulus fiskal untuk menciptakan permintaan, Sekolah Rakyat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sementara Kopdes Merah Putih memberdayakan masyarakat desa agar menjadi aktor utama pembangunan ekonomi.
Lebih lanjut, Budiman menilai program kerakyatan Prabowo akan memberi tiga dampak utama: penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, serta pengembangan SDM. “Sekolah Rakyat butuh guru, tenaga pendukung, dan Kopdes Merah Putih menciptakan wirausaha desa. Selain itu, MBG bisa jadi tambahan permintaan bagi agroindustri, Kopdes Merah Putih bisa menjadi basis industrialisasi desa, dan Sekolah Rakyat mencetak tenaga kerja terampil,” paparnya.
“Dengan kata lain, ini adalah kombinasi intervensi negara untuk menciptakan demand (agar ekonomi bergerak) dan penguatan basis produksi rakyat (agar pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif). Program kerakyatan Pak Prabowo bisa dilihat dari sisi manapun,” pungkas Budiman.

