Bitfinex Prediksi Harga Bitcoin Bisa Turun di Bawah US$ 95.000 Bulan Ini, Kenapa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Setelah mengalami reli panjang sepanjang musim panas, pergerakan harga Bitcoin (BTC) kini menemui hambatan. Meski sempat mencetak rekor tertinggi baru para awal Agustus lalu, performa BTC dalam beberapa pekan terakhir dinilai melemah.
Analis Bitfinex menyebut, selama sepekan terakhir Bitcoin bertahan di level support US$ 112.000, sementara investor besar (whales) terlihat melakukan rotasi modal ke alternative coin (altcoin), terutama Ethereum. Adapun pada Rabu (3/8/2025) sore ini, BTC nampak di harga US$ 111.650 atau menguat 1 persenan dalam 24 jam terakhir.
“Mayoritas aset kripto utama menghadapi pekan sulit karena gejolak makro dan aksi jual pasca data PPI (Producer Price Index) menekan harga. Koreksi ini sesuai dengan tesis kami bahwa pada musim panas BTC rentan terhadap retracement dan range trading. Namun, kami meyakini pasar mendekati titik terendah saat memasuki September,” ujarnya, dilansir dari BeInCrypto, Rabu (3/9/2025).
Sejumlah faktor eksternal juga turut memperberat tekanan, mulai dari laporan PPI yang bearish hingga kebijakan dagang agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Akibatnya, Bitcoin terkoreksi sekitar 13% dalam sepekan terakhir.
Baca Juga
Bitcoin Bangkit ke Level US$ 111.000, Bisa Sampai US$ 116.000?
Selain Bitcoin, pasar altcoin juga mencuri perhatian. Ethereum tercatat lebih unggul dibanding BTC dalam beberapa kesempatan, meski hanya sedikit altcoin lain yang mampu meniru kesuksesan tersebut.
“Pasar altcoin menunjukkan rotasi tajam. Meski mayoritas koin besar menyerahkan keuntungan sebelumnya, ada pergerakan signifikan di mid cap dan sektor tertentu yang menciptakan divergensi tajam, dengan beberapa jadi pemenang dan lainnya tertinggal jauh,” kata analis Bifinex.
Rotasi ini, menurut dia, berpotensi membuat dana kembali mengalir ke aset kripto utama jika pasar semakin menurun.
Meski begitu, Bitfinex menilai tren penurunan tidak akan berlangsung lama. Mereka memperkirakan titik terendah Bitcoin akan berada di kisaran US$ 93.000. Pada level ini, investor institusi melalui produk dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) diyakini akan mulai melakukan aksi beli.
Baca Juga
Strategi Bitcoin Kini Tak Lagi Jadi Mesin Penggerak Saham Korporasi
“Produk ETF Bitcoin tetap memiliki daya tarik besar bagi investor institusional. Meski Ethereum ETF mendapat sorotan, Bitcoin masih mendominasi dengan porsi lebih dari 90% dari total investasi dana kripto beberapa bulan lalu,” ucap Bitfinex.
Dengan begitu, potensi arus masuk dari ETF di kuartal IV diperkirakan bisa mengangkat harga Bitcoin dari level terendahnya.
Jika skenario ini terealisasi, kuartal IV 2025 bisa menjadi periode pemulihan signifikan bagi Bitcoin. Namun, para analis tetap mengingatkan bahwa proyeksi ini hanyalah interpretasi dari data saat ini, dengan beberapa pihak memperkirakan pemulihan bisa terjadi lebih cepat atau level terendah BTC berada di atas US$ 93.000.

