Waskita (WKST) Tanam 2.500 Bibit Terumbu Karang di Banyuwangi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengelar program Konservasi Terumbu Karang di Pesisir Bangsring, Banyuwangi, Jawa Timur. Inisiatif bersama sejumlah BUMN karya ini bertujuan melestarikan lingkungan, memulihkan ekosistem laut, mengurangi emisi karbon, sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan.
Konservasi dilakukan dengan menggandeng Laznas Lembaga Manajemen Infaq (LMI) sebagai mitra pendamping. LMI akan melakukan pemantauan dan perawatan bibit terumbu karang secara berkala agar pertumbuhan optimal. Waskita menanam 2.500 bibit terumbu karang di area seluas 200 meter persegi dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Baca Juga
Waskita Karya Genjot Progres Tol Probowangi Paket 3 Capai 80%
Corporate Secretary WSKT Ermy Puspa Yunita mengatakan, keberadaan terumbu karang sehat akan mendukung aktivitas nelayan, karena menjadi habitat ikan. “Penanaman bibit terumbu karang bukan hanya berdampak pada ekosistem laut, tapi juga perekonomian masyarakat pesisir. Waskita sebagai BUMN Karya berkomitmen mendorong pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di kawasan pesisir,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, konservasi ini juga membuka peluang ekowisata bahari Banyuwangi, khususnya di Desa Bangsring dan sekitarnya. Dengan berkembangnya potensi wisata, peluang usaha masyarakat semakin luas dan lapangan kerja baru dapat tercipta.
Lebih jauh, Ermy menekankan manfaat ekosistem karang yang mampu melindungi garis pantai dari abrasi dan banjir. Waskita pun menegaskan konsistensinya mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca Juga
Adapun lokasi Bangsring dipilih lantaran pernah mengalami kerusakan parah akibat praktik penangkapan ikan destruktif pada 1990–2010. Program konservasi ini diharapkan menambah luas area perlindungan yang saat ini baru mencakup 1,25 hektare dari potensi 15 hektare kawasan pesisir.
Kepala Bidang Pesisir dan Pengawasan DKP Jawa Timur, Awalrush Andira Rendy, mengapresiasi langkah BUMN karya dalam menjaga terumbu karang Banyuwangi. “Saya berharap program ini bisa diteruskan ke seluruh laut Jawa Timur untuk mewujudkan coral garden dan meningkatkan sumber daya ikan,” ungkapnya.
Menurutnya, konservasi dapat meningkatkan hasil tangkap ikan karang seperti kerapu, mendorong budidaya, bahkan berpotensi ekspor. Sejalan dengan itu, kinerja ekspor Banyuwangi sepanjang 2024 juga meningkat. Berdasarkan data Diskopumdaf, nilai ekspor naik 18,2 juta dolar AS menjadi 196 juta dolar AS dari sebelumnya 177,8 juta dolar AS. Produk unggulan yang diekspor meliputi terumbu karang, batu apung, koral, hingga ikan kaleng.

