Net Sell Memuncak, Investor Asing Obral Saham BBCA Rp 1,11 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing kembali mengobral (net sell) saham senilai Rp 1,12 triliun, seiring pelamahan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/8/2025), ditutup melemah sebanyak 121,6 poin (1,53%) menjadi 7.830. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,11 triliun.
Net sell tersebut terjadi saat saham BBCA anjlok sebanyak Rp 250 (3%) menjadi Rp 8.075. Net sell lainnya disumbangkan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 353,20 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 169,35 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 142,24 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 109,34 miliar.
Baca Juga
Menteri Ara Beri Rumah Subsidi Gratis untuk Keluarga Almarhum 'Driver Ojol' Korban Ricuh
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 164,22 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 154,41 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) mencapai Rp 114,48 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp 110,54 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 69,35 miliar.
Terkait pelemahan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor konsumer primer 3,06%, sektor teknologi turun 2,25%, sektor infrastruktur 2,27%, sektor properti 2,16%, sektor keuangan 1,45%, sektor material dasar 1,58%, dan sektor energi 1,42%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industri 0,74%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan sampai auto reject atas (ARA), seperti saham PIPA naik 34,21% menjadi Rp 153, BMAS naik 25% menjadi Rp 825, VOKS naik 24,60% menjadi Rp 314, PGUN naik 24,70% menjadi Rp 3.080, dan KONI naik 24,62% menjadi Rp 2.430.
Meski tidak ARA, saham berikut ikut melesat tinggi, seperti saham KETR naik 23,53% menjadi Rp 630, DUTI naik 22,22% menjadi Rp 4.180, GSMG menguat 16,04% menjadi Rp 123. Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham TIRA sebanyak 14,76% menjadi Rp 1.675, ADCP melemah 12,70% menjadi Rp 55, BSBK turun 12,63% menjadi Rp 83, WOWS naik 12,63% menjadi Rp 91, MSIN melemah 12,21% menjadi Rp 496, dan SULI melemah 11,11% menjadi Rp 96.
Baca Juga
Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Capai Rp 807,8 Triliun
Kemarin, IHSG kemarin yang ditutup naik 15,91 poin (0,20%) menjadi 7.952, bahkan intraday sempat sentuh level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.022. Penguatan indeks kemarin didukung penguatan saham dua big cap, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 6,57% menjadi Rp 342.900 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 2,26% menjadi Rp 97.150. Penguatan tersebut juga ditopang kenaikan saham emiten lapis dua dan tiga.
Sejumlah saham yang berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham GZCO naik 34,53% menjadi Rp 187, ATLA melesat 34% menjadi Rp 67, BSBK menguat 33,80% menjadi Rp 95. Meski tak ARA, saham CPRO melesat 28,30% menjadi Rp 68 dan ADCP melesat 26% menjadi Rp 63.

