BEI Suspensi Empat Saham, Ada DATA hingga FLMC
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menghentikan semetara (suspend) perdagangan empat saham ini mulai sesi I, Kamis (28/8/2025), seiring dengan lomptan harga dalam beberapa pekan terkahir. Bahkan, suspense ini merupakan yang kedua pekan ini bagi dua saham.
Empat saham tersebut terdiri atas PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT), PT Remala Abadi Tbk (DATA), dan PT Falamaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC).
Baca Juga
SMGR Bidik Rebound Kinerja, Bagaimana dengan Target Harga Sahamnya?
Berdasarkan data saham HUMI telah melambung sebanyak 211% menjadi Rp 184 dalam sebulan terakhir. Hal ini menjadikan saham ini terkena suspense kedua pekan ini. Begitu juga dengan saham HBAT yang ditransaksikan di papan akselerasi ini telah melambung sebanyak 88,75% menjadi Rp 151 dalam sebulan terakhir, sehingga terkena suspensi kedua.
Sedangkan saham DATA telah melambung sebanyak 153,33% menjadi Rp 4560 dalam sebulan terakhir dan kenaikan saham FLMC yang ditransaksikan di papan akselerasi ini telah melesat 224% menjadi Rp 162 dalam sebulan terakhir.
Selain itu, BEI juga membuka kembali (unsuspensi) perdagangan tiga saham mulai sesi I, Kamis (28/8/2025). Ketiga saham tersebut adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT), dan PT Pakuan Tbk (UANG).
Baca Juga
Saham JARR dan PSKT dibuka kembali di papan regular. Sebaliknya saham UANG dibuka kembali di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA) dipicu penghentian perdagangan saham ini lebih dari satu hari transaksi.
BEI sebelumya menghentikan sementara perdagangan saham JARR dipicu atas lompatan harga signifikan dalam sebulan terakhir. Emiten perkebunan kelapa sawit yang dikendalikan Haji Isam ini telah melesat lebih dari 202% menjadi Rp 1.335 dalam sebulan terakhir.
Begitu juga dengan saham PSKT melesat lebih dari 200% menjadi Rp 114 dalam sebulan terakhir dan saham UANG telah mengalami kenaikan lebih dari 217% menjadi Rp 660 dalam rentang waktu sebulan sebelum penghentian perdagangan pada 22 Agustus.
Grafik Saham

