Ini Pernyataan Presiden Prabowo terkait Pasar Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sikap optimistis kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek perekonomian Indonesia akan tetap tinggi. Hal ini ditandai dengan realisasi investasi paruh pertama 2025 sesuai dengan target target APBN dan penguatan pasar saham di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Optimisme dan kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek perekonomian Indonesia tinggi. Realisasi investasi paruh pertama 2025 mencapai target APBN dan pasar saham kita pun menunjukkan perkembangan menggembirakan di tengah situasi global yang sangat tidak pasti,” ujarnya dalam Sidang Pengantar RAPBN 2026 di Paripurna DPR, di gedung DPR, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga
Ini Alasan Pemerintah Tetapkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada 2026
Dia mengatakan, dengan dukungan semua komponen bangsa, pemerintah bersatu padu berjuang agar rakyat tetap terlindungi, ekonomi Indonesia tetap stabil, dan layanan publik dapat berjalan efektif. Hasilnya, ekonomi triwulan kedua 2025 tumbuh 5,12% secara year on year (yoy), membaik dari triwulan I-2025 sebanyak 4,87%. Konsumsi masyarakat menjadi penopang utama sebanyak 4,97%.
Ekspor tumbuh kuat 10,67%, nilai tambah dari hilirisasi menjadi penyumbang terbesar penguatan ekspor kita. Kuatnya ekonomi menunjang peningkatan kesejahteraan rakyat. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,76% di Februari 2025 dari 4,82% tahun lalu, dengan 3,6 juta lapangan kerja baru yang tercipta. Tingkat kemiskinan ditekan menjadi 8,47% atau terendah sepanjang sejarah.
Inflasi tetap rendah di 2,4%, sehingga menjaga daya beli terutama masyarakat tidak mampu. “Inilah bukti nyata, dengan kerja keras dan kesungguhan, kita mampu memperjuangkan nasib jutaan rakyat Indonesia untuk hidup lebih sejahtera,” ungkapnya.
Cetak Rekor
Lalu, bagaimana perkembangan pasar di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo? Data BEI menyebutkan bahwa IHSG berhasil melesat sebanyak 1,77% dari level 7.760 pada 18 Oktober 2024 atau hari terakhir perdagangan sebelum pelantikan Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024 menjadi 7.898 pada penutupan perdagangan kemarin, Jumat (15/8/2025) atau 299 hari di bawah kepemimpinannya.
Baca Juga
Ada Danantara dan Hilirisasi, Prabowo: Ini Momentum Jadi Kekuatan Ekonomi Global
Tak hanya torehan tersebut, IHSG BEI di bawah pemerintah Presiden Prabowo berhasil menembus level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) ke level 8.017,07 yang terjadi pada perdagangan saham intraday kemarin. ATH tersebut terealisasi hanya kurang dari 11 bulan atau tepat 299 hari di kepemimpinan pemerintahan Prabowo. Bahkan, ATH tersebut terjadi jelang pelaksanaan HUR RI ke-80 pada Minggu 17 Agustus 2025.
Kapitalisasi pasar (market cap) BEI di bawah pemerintahan Presiden Prabowo juga meningkat agresif sebanyak Rp 1.280 triliun atau dengan kenaikan 9,87% dari Rp 12.967 trliun menjadi Rp 14.247 triliun. Penyumbang utama kenaikan market cap datang dari lompatan harga saham big cap, seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

