Penurunan Harga Batu Bara Tekan Laba Bersih ITMG di Semester I-2025, Bagaiman Semester II-2025?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 91 juta pada semester I-2025. Angka ini turun 29,45% dari laba bersih periode sama tahun lalu (yoy) sekitar US$ 129 juta.
Penurunan ini berbanding terbalik dengan kenaikan produksi batu bara 12% (yoy) menjadi 10,4 juta ton dan volume penjualan naik 8% (yoy) menjadi 11,7 juta ton.
Perseroan juga mencetak penurunan pendapatan menjadi US$ 919 juta sepanjang Januari–Juni 2025 atau melemah 12% dari US$ 1,05 miliar pada periode sama tahun lalu. Pelemahandipicu atas penurunan rata-rata harga jual (ASP) batu bara turun 19% dari US$ 97 per ton pada Januari–Juni 2024 menjadi US$ 78 per ton di paruh pertama tahun ini.
Baca Juga
“Hal ini seiring harga acuan batubara melemah, terutama Indonesia Coal Index (ICI),” ujar Investor Relation ITMG, Agung Putra Sulaiman, Rabu (13/8/2025).
ITMG berhasil menurunkan beban pokok pendapatan 10% (yoy) menjadi US$ 695 juta berkat efisiensi biaya operasional dan pengendalian biaya. Beban penjualan turun US$ 2 juta, beban umum dan administrasi naik US$ 4 juta, dengan total beban operasional semester I sebesar US$ 100 juta.
Baca Juga
Pemilik Mobil Listrik Senang! Pemerintah Sebut Ada Investor yang Akan Bangun 'Charging Station'
Pendapatan lainnya dari penghasilan keuangan mencapai US$ 21 juta hingga Juni 2025, sedikit naik dari tahun sebelumnya. Beban lainnya (net) tercatat US$ 3 juta, jauh lebih rendah dari US$ 27 juta pada periode sama tahun lalu akibat penurunan kerugian selisih kurs.
Pembayaran royalti ke pemerintah turun 10% (yoy) menjadi US$ 104 juta, seiring penurunan harga jual rata-rata. Beban pajak penghasilan tercatat US$ 43 juta dan laba bersih periode berjalan sebesar US$ 94 juta.

