Bank of America Sebut 99% Aset Kripto Berpotensi Hilang dalam Satu Dekade
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank of America memperkirakan hampir seluruh aset kripto yang beredar saat ini akan lenyap dalam 10 tahun ke depan. Dalam riset terbarunya, bank tersebut menilai 99% dari lebih 26.000 token yang aktif saat ini tidak akan bertahan, seiring peralihan pasar menuju aset digital teregulasi yang memiliki nilai jelas dan manfaat nyata di dunia nyata.
Melansir CryptoNewsFlash, Selasa (12/8/2025), Bank of America menyoroti konsep tokenisasi sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan sistem keuangan global saat ini yang dinilai usang dan tidak efisien.
Tokenisasi adalah proses mengubah aset nyata menjadi versi digital yang dapat diperdagangkan di lingkungan yang aman dan sesuai aturan. Berbeda dengan sebagian besar kripto yang ada sekarang, tokenisasi menghubungkan aset ke nilai riil dan dirancang untuk bekerja di sistem keuangan yang berizin dan patuh regulasi.
Baca Juga
Menurut laporan tersebut, banyak token yang beredar saat ini dibuat untuk tujuan spekulasi atau uji coba, tanpa memberikan manfaat praktis. Dalam 15 tahun mendatang, Bank of America meramal, tokenisasi akan menjadi bagian besar dari industri keuangan maupun non-keuangan, yang pada akhirnya memangkas drastis jumlah token kripto di pasar, meninggalkan hanya segelintir yang mampu bertahan.
Meski tidak menyebutkan token spesifik yang akan bertahan, bank tersebut menilai bahwa dukungan institusi besar, kegunaan yang jelas, dan adopsi luas menjadi faktor utama penentu kelangsungan hidup suatu aset digital.
Baca Juga
Pandangan ini sejalan dengan tren di kalangan perbankan dan korporasi besar yang mulai mengeksplorasi teknologi blockchain untuk mempercepat dan mendorong efisiensi sistem, namun tetap waspada terhadap risiko aset terdesentralisasi yang minim regulasi.
Sebelumnya, Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat (AS) Paul Atkins, juga menegaskan perlunya membangun ekosistem sekuritas yang ditokenisasi karena pergerakan aset ke blockchain dianggap tak terelakkan. Di lain sisi, Chainlink Labs mendorong adopsi penuh teknologi blockchain untuk memperkuat posisi pasar dan merebut porsi signifikan dari industri keuangan.

