Masih Tersisa Rp 9,33 Triliun, Dana Hasil IPO Bukalapak (BUKA) untuk Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masih memiliki sisa hasil penggalangan dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) saham sebesar Rp 9,33 triliun sampai 31 Desember 2023.
Dari IPO saham dengan tanggal efektif 6 Agustus 2021 itu, Bukalapak.com mengantongi dana Rp 21,9 triliun atau hasil bersih Rp 21,32 triliun setelah dikurangi biaya penawaran umum.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bukalapak.com, Teddy Nuryanto Oetomo menjelaskan, hingga akhir tahun lalu, dana hasil IPO perusahaan e-commerce itu telah digunakan untuk modal kerja sebesar Rp 5,56 triliun. Sedangkan dalam prospektus IPO yang telah dibuat Bukalapak tertulis bahwa modal kerja yang akan dipakai direncanakan Rp 7,03 triliun.
Baca Juga
Saham Bukalapak (BUKA) Tetap Favorit, Analis Ini Ungkap Sejumlah Faktor
“Rencana penggunaan dana diungkapkan berdasarkan prospektus atau keputusan RUPS (rapat umum pemegang saham) mengenai perubahan penggunaan dana, jika ada,” ungkap Teddy pada keterbukaan informasi, Senin (15/01/2024).
Teddy mengungkapkan, sampai periode yang sama, Bukalapak juga baru menggunakan Rp 964,88 miliar dana hasil IPO untuk modal kerja entitas anak, PT Buka Mitra Indonesia, dari rencana penggunaan sebesar Rp 3,19 triliun.
Dia menambahkan, anggaran modal kerja anak usaha lainnya, yaitu PT Buka Usaha Indonesia, PT Buka Pengadaan Indonesia, dan Bukalapak Pte Ltd juga belum sesuai rencana IPO. Realisasinya masing-masing baru mencapai Rp 14,7 miliar, Rp 35,61 miliar, dan Rp 1,05 miliar, atau baru 0,45%, 16,69%, dan 0,49% dari rencana penggunaan dana IPO sebesar Rp 3,19 triliun, Rp 213,25 miliar, dan Rp 213,25 miliar.
Belum Terealisasi
Teddy Nuryanto mengakui, hasil IPO untuk modal kerja entitas anak lainnya, PT Five Jack, pun baru terealisasi Rp 1,25 miliar dari rencana anggaran Rp 213,25 miliar. Bahkan modal kerja untuk PT Buka Investasi Bersama belum terealisasi sama sekali sampai Desember 2023. Dalam rencana penggunaan hasil IPO, entitas anak ini mendapat anggaran Rp 213,25 miliar, yang dananya sudah dikantongi perseroan sejak Agustus 2021.
Baca Juga
Pernah Untung, Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp 784,15 Miliar di Kuartal III-2023
Teddy Nuryanto mengemukakan, anggaran jumbo lainnya untuk pengembangan usaha perseroan dan entitas anak, serta modal kerja entitas anak selain yang sudah disebutkan, sampai 31 Desember 2023 baru terealisasi Rp 5,4 triliun dari rencana penggunaan Rp 7,03 triliun. Alhasil, sisa dana hasil IPO sampai akhir tahun lalu masih sebanyak Rp 9,33 triliun.
“Sisa tersebut disimpan Bukalapak ke sejumlah instrumen keuangan, seperti deposito, giro, dan obligasi. Sekitar Rp 6 triliun sisa dana hasil IPO ditaruh dalam deposito dengan tingkat bunga 6-7%,” tutur dia.
Sekitar Rp 130 miliar sisa hasil IPO, kata Teddy, ditaruh pada giro dengan bunga 0-8,38%. Sisanya sekitar Rp 2 triliun diinvestasikan pada obligasi dengan tingkat bunga atau bagi hasil 4,13-8,38%.

