Tiga Faktor Ini Jadi Pendorong IHSG Pekan Ini, Sejumlah Saham Berikut Layak Dilirik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini akan dipengaruhi pengumuman tiga data, yaitu CPI, industrial production China, dan pertumbuhan ekonomi Jepang.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi mengatakan, pelaku pasar akan fokus terhadap tiga data berikut sepanjang perdagangan saham pekan ini atau 11-15 Agustus 2025. Pertama, CPI yang diproyeksikan naik ke 2,8% dari periode sebelumnya 2,7%. Kedua, Industrial Production China yang diproyeksikan turun ke 5,8% dari sebelumnya 6,8%. Ketiga, data pertumbuhan ekonomi Jepang (Preliminary). Data dari Jepang ini penting dipantau karena Jepang adalah salah satu mitra dagang dan investor terbesar Indonesia.
Baca Juga
Saham BATR Disebut Bisa Menuju Rp 150, Sejumlah Faktor Ini Jadi Penopang
Selain itu, dia mengatakan, pergerakan indeks akan dipengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 sebanyak 5,12% (yoy), angka ini jauh di atas ekspektasi pasar 4,8% (yoy), sehingga ketika rilis data ini, IHSG ditutup menguat 0,68% diikuti oleh inflow dana asing sebanyak Rp647 miliar. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II ini juga berada di atas negara tetangga seperti Malaysia yang hanya tumbuh 4,5% dan Singapura 4,3%," terang imam dalam risetnya Senin, (11/8/2025).
Sektor dengan pertumbuhan paling pesat, menurut dia, datang dari sektor transportasi & Pergudangan, Jasa Perusahaan, dan Jasa lainnya secara tahunan yang masing-masing tumbuh 8,52%, 9,31, & 11,31%. Tumbuhnya ketiga sektor ini didukung oleh beberapa agenda tahunan seperti perayaan hari besar keagamaan, banyaknya libur nasional dan cuti bersama.
"Dengan banyaknya hari libur ini membuat jumlah perjalanan wisatawan tumbuh 22,32%. Dicerminkan juga dari angkutan rel yang tumbuh 9,17%, angkutan laut tumbuh 16,79% dan Indeks Penjualan Eceran Bahan Bakar Kendaraan Bermotor tumbuh 8,66%. Ini membuktikan bahwa mesin konsumsi domestik yang didorong oleh mobilitas masyarakat menjadi penopang utama pertumbuhan kita di kuartal kedua. Momentum liburan dan berbagai stimulus pemerintah benar-benar efektif menggerakkan roda perekonomian," jelas Imam.
Baca Juga
IHSG Bisa Sentuh Support Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin GOTO Layak Dilirik
Terlebih pemerintah juga memberikan berbagai stimulus sebagai booster pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2025, seperti diskon transportasi, bansos, subsidi upah, dan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja. Menurut Imam, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2025 yang jauh di atas ekspektasi pasar juga meningkatkan optimisme pelaku pasar di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi baik karena faktor internal domestik maupun global.
Selain pertumbuhan ekonomi, pasar pada pekan lalu juga dibayangi oleh pengumuman Indeks MSCI, pelaku pasar fokus pada 3 saham yang digadang-gadang akan masuk Indeks ini, yaitu CUAN, BREN, dan PTRO, terlebih ketiga saham ini mempunyai bobot yang cukup besar terhadap IHSG, sehingga baik masuk atau tidak, pergerakannya akan sangat berpengaruh besar terhadap pergerakan IHSG.
“Masuknya CUAN ke dalam MSCI Global Standard Index berpotensi memicu inflow signifikan dari dana institusi global mengingat banyaknya passive fund yang mereplikasi indeks ini,” tuturnya.
Didukung sejumlah faktor terssebut, IPOT merekomendasikan saham perbankan, telekomunikasi dan properti dengan rekomendasi beli saham BTPS target harga Rp 1.520, EXCL dengan target Rp 2.760, dan BSDE dengan target Rp 885.

