IHSG Sesi I Melesat 0,78% Digerakkan Saham Emiten Barito dan Sinarmas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (8/8/2025), ditutup menguat sebanyak 58,54 poin (0,78%) menjadi 7.548 dengan nilai transaksi Rp 9,77 triliun. Kenaikan tersebut lebih rendah dari pembukaan dengan kenaikan sempat 149 poin (1,99%) menjadi 7.639.
Penguatan indeks kali ini didukung kenaikan saham emiten yang dikendalikan Barito Group milik Prajogo Pangestu dan Sinarmas Group. Penguatan setelah MSCI Global Index merilis secara resmi daftar saham yang masuk seperti DSSA, CUAN, PTRO.
Baca Juga
Teken MoU, Indonesia Bidik Peningkatan Ekspor CPO hingga Kopi ke Selandia Baru
Sedangkan sektor saham penopang utama datang dari kenaikan saham sektor energi sebanyak 2,69%, sektor industry 2,20%, sektor keuangan 0,83%, sektor infrastruktur 0,44%, dan material dasar 0,35%. Sebaliknya tekanan datang dari saham sektor teknologi 3,97%.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) naik 24,76% menjadi Rp 655 dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,52% menjadi Rp 9665. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga melesat 19,96% menjadi Rp 78.575.
Lompatan harga juga melanda saham PT Tanah Laut Tbk (INDX) sebanyak 26,67% menjadi Rp 95 dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) naik 23,73% menjadi Rp 292. Sebaliknya penurunan signifikan melanda saham ENRG sebanyak 13,39% menjadi Rp 550, RAAM sebanyak 10,12% menjadi Rp 302, DCII melemah 10% menjadi Rp 281.075, , FORU turun 9,01% menjadi Rp 1.565, dan RELI melemah 8,53% menjadi Rp 590.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah sebanyak 13,57 poin (0,18%) menjadi 7.490, meski demikian pemodal asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 666,09 miliar dengan saham pilihan ENRG sebanyak Rp 494,01 miliar, AMMN Rp 218,15 miliar, dan DEWA Rp 216,31 miliar.
Baca Juga
Ekspor-Impor China Menguat hingga 7,2% di Tengah Jeda Perang Dagang dengan AS
Penurunan indeks kemarin dipicu atas kejatuhan sektor teknologi 4,46% setelah saham DCII anjlok lebih dari 10%, sektor infrastruktur 1,64%, sektor property 0,15%, sektor konsumer non primer 0,17%, dan sektor energi 0,27%. Sisanya mencatatkan penguatan terbesar sektor materal dasar 1,21%.
Meski IHSG melemah, beberapa saham ini justru catatkan kenaikan mengesankan, seperti saham FUTR sebanyak 30% menjadi Rp 104, KBLV naik 27,78% menjadi Rp 92, MBTO naik 27,17% menjadi Rp 117. Kenaikan pesat juga melanda saham SMGA sebanyak 26,88% menjadi Rp 118, CSIS naik 26,51% menjadi Rp 105, dan RAAM naik 24,44% menjadi Rp 336.

