Harga Minyak Kembali Melonjak, Analis Rekomendasikan MEDC dan PGAS
JAKARTA, investortrust.id - CGS-CIMB Sekuritas mekomendasikan saham pertambangan seperti Medco Energi Internasional (MEDC) dan Perusahaan Gas Negara (PGAS), menyusul harga minyak yang kembali melonjak lantaran berlanjutnya perang Israel-Palestina.
“MEDC spec buy dengan support Rp 1.460 dan cut loss jika break di bawah Rp 1.425. Jika tidak break di bawah Rp 1.460, harga sahamnya masih potensi naik ke Rp 1.530-1.565 short term,” papar riset CGS-CIMB Sekuritas Indonesia yang diterima di Jakarta, Senin (16/10/2023).
Harga saham MEDC tercatat mencapai Rp 1.495 pada Jumat lalu. Harga saham perusahaan milik keluarga Panigoro itu naik 30 poin atau 2,05%.
Sementara itu, berdasarkan catatan CNBC, harga minyak melonjak 5% lebih pada Jumat lalu, karena para investor memperhitungkan kemungkinan bahwa konflik di Timur Tengah meningkat ketika Israel memulai serangan darat di Jalur Gaza. Harga minyak West Texas Intermediate Amerika Serikat melonjak 5,8% ke US$ 87,7 per barel atau kenaikan harian tertinggi sejak 3 April 2023. Sedangkan harga minyak acuan internasional Brent naik 5,7% ke US$ 90,89 per barel.
Rekomendasi Saham Lain
Perusahaan sekuritas asal Malaysia itu menjelaskan lebih lanjut rekomendasi saham lain yang bisa menjadi bahan pertimbangan investor dalam bertransaksi hari ini, di Bursa Efek Indonesia.
PGAS spec buy dengan support Rp 1.380, cut loss jika break di bawah Rp 1.360. Jika tidak break di bawah Rp 1.380, potensi naik ke Rp 1.420-1.440 short term.
UNVR spec buy dengan support Rp 3.580, cut loss jika break di bawah Rp 3.510. Jika tidak break di bawah Rp 3.580, potensi naik ke Rp 3.720-3.770 short term.
TLKM spec buy dengan support Rp 3.810, cut loss jika break di bawah Rp 3.770. Jika tidak break di bawah 3810, potensi naik ke Rp 3.890-3.930 short term.
AKRA spec buy dengan support Rp 1.440, cut loss jika break di bawah Rp 1.420. Jika tidak break di bawah Rp 1.440, potensi naik ke Rp 1.480-1.500 short term.
SMGR spec buy dengan support Rp 6.500, cut loss jika break di bawah Rp 6.425. Jika tidak break di bawah Rp 6.500, potensi naik ke Rp 6.650-6.725 short term.
(Disclaimer on)

