Sssttt…! BEI Bidik IPO Saham Tiga Perusahaan Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik penawaran umum (initial public offering/IPO) saham tiga perusahaan beraset minimal Rp 3 triliun alias emiten mercusuar (lighthouse) atau perusahaan jumbo.
“Dari sisi aset paling tidak Rp 3 triliun. Kami targetkan tiga (perusahaan). Kan itu lighthouse, tiga perusahaan itu minimal. Kalau dari sisi jumlah total efek, targetnya200-250,” jelas Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.
Nyoman menolak untuk merinci nama-nama perusahaan mercusuar yang sedang dibidik BEI untuk IPO. Namun, ia memastikan daftar perusahaan yang sudah masuk antrean (pipeline) IPO saat ini tidak ada yang berstatus BUMN maupun beraset di atas Rp 1 triliun.
Baca Juga
20 Perusahaan Masuk Daftar IPO, Nilai Emisi Capai Rp 6,76 Triliun
“Pokoknya kami lihat yang sesuai. Kami pada prinsipnya menargetkan yang besar-besar, kami approach. Cuma, kembali lagi, saya belum dalam kapasitas menyampaikan namanya,” tegas Nyoman.
Sampai 16 Februari 2024 terdapat 20 perusahaan dalam pipeline IPO. Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK04/2017, klasifikasi aset perusahaan dalam daftar antrean saham yang akan tercatat ini terdiri atas tiga perusahaan beraset kecil atau di bawah Rp 50 miliar.
Kemudian ada 15 perusahaan skala menengah dengan aset Rp 50-250 miliar dan dua perusahaan skala besar beraset di atas Rp 250 miliar.
Didominasi Sektor Industri
Berdasarkan klasifikasi sektornya, calon emiten dari sektor industri mendominasi dengan jumlah enam perusahaan. Selanjutnya ada masing-masing empat perusahaan dari sektor barang konsumen primer dan nonprime.
Adapun dari sektor teknologi, ada tiga perusahaan yang hendak melangsungkan IPO. Di sisi lain, ada dua perusahaan dari sektor barang baku yang bakal IPO. Itu belum termasuk satu perusahaan dari sektor properti dan real estat.
Baca Juga
“Nanti lihat perkembangannya, saya selalu tunjukkan sektornya tiap pekan. Tetapi nama Perusahaan baru siap saat memperoleh pernyataan efektif,” tuturNyoman.
Perihal kabar terbaru rencana IPO PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Freeport Indonesia, lagi-lagi Nyoman enggan menyebutkan nama perusahaan jumbo yang segera melantai di bursa domestik.
