Dari Beberapa Emiten Konsumer, Dua Saham Ini Paling Berprospek
JAKARTA, Investortrust.id – Pemulihan daya beli masyarakat masih berjalan lambat yang membuat pertumbuhan kinerja keuangan dan saham sejumlah emiten sektor konsumer masih terganjal sampai akhir tahun.
Meski kondisi demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan beberapa saham sektor konsumer masih menarik untuk dilirik. Apalagi produk yang dipasarkan emiten tersebut masih tetap dibanjiri permintaan konsumen.
Baca Juga
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Indikasikan Masih Ada Kenaikan Tahun Ini
“Kami memantau penjualan barang konsumsi pada Agustus 2023 terlihat ada beberapa emiten yang mengindikasikan pertumbuhan penjualan, meskipun angka kenaikannya lebih rendah, dibandingkan Juli 2023,” terang analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli atas lima dari tujuh saham konsumer yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan sisanya dua emiten direkomendasikan hold.
Baca Juga
IHSG Tembus 7.011, Pemodal Asing Agresif Borong Saham Sejumlah Bank Ini
Lalu, saham konsumer mana yang layak untuk dilirik menjelang memasuki kuartal terakhir tahun ini? Natalia mengatakan, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjadi dua saham konsumer pilihan teratas saat ini, mengingat prospek pertumbuhan laba perseroan tetap kuat sampai akhir tahun.
Kedua perusahaan tersebut dinilai menjadi konsumer yang paling diuntungkan atas percepatan realisasi anggaran pemerintah memasuki kuartal IV-2023. Begitu juga dengan pertumbuhan kuartal III-2023 diprediksi lebih kuat pada kedua emiten tersebut dipicu atas basis realisasi kuartal III-2022 yang rendah.
Baca Juga
Kinerja APBN 2023, Penerimaan Pajak Rp 1.246,97 Triliun hingga Agustus
Natalia menyebutkan pertumbuhan penjualan MYOR pada kuartal III-2023 dirpediksi mencapai 8% dengan margin laba kotor diprediksi stabil di level 26%. Begitu juga dengan pertumbuhan ICBP diprediksi akan mencatatkan lompatan laba bersih hingga September 2023 dipicu atas kenaikan margin keuntungan bersamaan dengan keuntungan kurs.
Prospek saham konsumer:

