Laba Bersih Cinema XXI (CNMA) Turun 25%, Meski Jumlah Penonton Meningkat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop terbesar Cinema XXI, mencatat penurunan laba bersih sebesar 25,85% secara tahunan (YoY) pada semester I-2025, meski jumlah penonton dan tren industri perfilman nasional sedang meningkat.
Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih CNMA tercatat Rp 288,55 miliar, turun dari Rp 389,18 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan CNMA juga turun 2,63% YoY menjadi Rp 2,87 triliun, seiring dengan tekanan biaya operasional dan strategi promosi.
Baca Juga
Cinema XXI (CNMA) Rekor Baru dengan 14 Juta Penonton Bulanan, Namun Keuangan Kuartal I-2025 Merugi
Jumlah penonton mencapai 42,5 juta orang dalam enam bulan pertama 2025, dengan lonjakan signifikan di kuartal II-2025 yang dipicu momentum Lebaran dan popularitas film-film box office nasional dan internasional. “Kontribusi film nasional mencapai lebih dari 65% dari total penonton semester I-2025,” kata Direktur Utama CNMA, Suryo Suherman, dalam keterangannya, Senin (28/7/2025). “Kami bangga menjadi bagian dari kemajuan industri film Tanah Air.”
Pendapatan utama CNMA berasal dari dua lini bisnis, yaitu penjualan tiket bioskop menyumbang 62,4% dan sisanya dari segmen penjualan makanan dan minuman (F&B) sebanyak 33,6%. Suryo menambahkan, rata-rata belanja per penonton (SPH) untuk produk F&B juga meningkat dari Rp 23.000 pada semester I-2024 menjadi Rp 25.000 di semester I-2025, mencerminkan pertumbuhan permintaan yang sehat.
Baca Juga
Jelang Kesepakatan RI-AS, Pemerintah Kebut Lembaga Pengawas PDP Rampung Agustus
CNMA mencatatkan EBITDA Rp 842,4 miliar, yang dianggap mencerminkan stabilitas kinerja di tengah fluktuasi ekonomi. Perseroan terus menjalankan ekspansi jaringan bioskop dan meningkatkan pengalaman menonton sebagai bagian dari strategi jangka panjang. “Implementasi strategi yang adaptif dan penguatan jaringan operasional menjadi kunci stabilitas kami di industri,” jelas Suryo.

