Proyeksi Kinerja Nusantara Sejahtera (CNMA) Dipangkas, Sahamnya masih Menarik?
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas merevisi turun target pendapatan dan laba bersih PT Nusantara Sejatera Raya Tbk (CNMA) tahun 2024-2025. Pemangkasan dipicu faktor penundaan rilis sejumlah film Hollywood tahun 2024. Meski demikian, secara tahunan masih tetap catatkan tren pertumbuhan.
Sedangkan jumlah penonton perseroan diprediksi meningkat menjadi 105 juta tiket pada 2024, dibandingkan perkiraan tahun ini mencapai 83 juta tiket. CNMA mengoperasikan jaringan sejumlah bioskop, yaitu The Premiere, Cinema XXI, dan Cinema 21 yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Baca Juga
Gencar Tambah Bioskop dan Tarik Penonton, Cinema XXI (CNMA) Cetak Kenaikan Pendapatan 15,5%
“Meski diperkirakan jumlah film baru domestic meluncur banyak tahun ini, namun sejumlah film baru Hollywood kemungkinan mengalami penundaan, dibandingkan perkiraan semula untuk tahun depan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Terkait ekspansi penambahan jumlah layar bioskop, dia mengatakan, perseroan telah membuka 47 layar baru sampai September 2023 yang terkonsentrasi di kota-kota tier 1 di Jawa, Sumatra, dan Bali. Dengan demikian, target layar baru sampai akhir tahun tersisa 29 layar.
Sedangkan pembukaan layar baru tahun 2024 kemungkinan diturunkan menjadi 130 layar, dibandingkan perkiraan semula sebanyak 149 layar. Hal ini dipicu atas penundaan pengoperasian beberapa mall baru tahun depan.
Baca Juga
Laba Tren Melesat, Target Saham Nusantara Sejahtera (CNMA) Kian Menggiurkan
Selain itu, dia mengatakan, perseroan akan menghadapi peninkgatan belanja operasional sejurus dengan berlanjutnya ekspansi layar. Belanja operasional tahun depan diperkirakan meningkat sebanyak 26,6% yang berasal dari peningkatan biaya gaji, sehingga biaya gaji akan setara dengan 10,4% dari total penjualan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi turun target saham CNMA menjadi Rp 315. Target tersebut mempertimbangkan perkiraan revisi turun target kinerja keuangan perseroan tahun 2024-2025.
Mandiri Sekuritas merevisi turun target laba bersih perseroan tahun 2024 menjadi Rp 1,08 triliun dan tahun 2025 menjadi Rp 1,41 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan mencapai Rp 615 miliar.

