Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham, Ada BBRI dan BBTN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/7/2025), berpotensi lanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan 7.469-7.593 dengan saham pilihan BBRI, BBTN, MEDC, dan TINS.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle IHSG berbentuk white spinning top, masih di atas MA5 dan MA20, indikator MACD golden cross. “Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan dengan saham pilihan BBRI, BBTN, MEDC, dan TINS,” tulisnya.
Baca Juga
Didukung Sentimen Grup Djarum dan Peluang Masuk MSCI, Saham SSIA bisa Menuju Level Ini
Pergerakan indeks juga dipengaruhi gerak bursa saham AS yang ditutup menguat. S&P500 dan Nasdaq kembali mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah, didorong oleh penguatan dari saham-saham berbasis Artificial Intelligence. Pagi ini, bursa utama Asia menguat, yaitu indeks Nikkei 225 yang menguat 1.66% dan Kospi yang menguat 0.21%.
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 4.380, BBTN dengan target harga Rp 1.365, MEDC dengan target harga Rp 1.440, TINS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.200.
IHSG kemarin ditutup menguat sebanyak 61,67 poin (0,83%) ke tertinggi baru dalam enam bulan level 7.530,90 dengan pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 175,37 miliar, terbanyak BBRI Rp 304,65 miliar, ASII Rp 121,13 miliar, dan ANTM Rp 101,12 miliar.
Baca Juga
Penguatan indeks didukung kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor keuangan 3,03%, industry menguat 0,77%, dan sektor material dasar naik 0,14%. Sejumlah sektor saham lainnya ditutup melemah dimotori saham sektor energi.
Sedangkan saham penopang utama lompatan indeks datang dari penguatan pesat saham bank besar, seperti BBRI melesat 3,95% menjadi Rp 3.950, BBNI naik 2,93% menjadi Rp 4.220, BMRI menguat 2,56% menjadi Rp 4.800, BBCA naik 0,89% menjadi Rp 8.500, dan BRIS melesat 4,40% menjadi Rp 2.850. Kenaikan juga ditopang penguatan saham AMMN hingga ASII.

