Tergerus 29%, Laba Bali Towerindo (BALI) Tinggal Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 29% menjadi Rp 150,49 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 212,08 miliar.
Manajemen BALI dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/3/2024), menyebutkan bahwa penurunan laba tersebut sejalan dengan terpangkasnya pendapatan usaha perseroan dari Rp 978,37 miliar menjadi Rp 955,26 miliar.
Baca Juga
Raih Fasilitas Kredit Rp 575 Miliar, Bali Towerindo (BALI) Beberkan Penggunaannya
Padahal, beban pokok pendapatan justru naik dari Rp 420,45 miliar menjadi Rp 426 miliar, sehingga laba bruto turun dari Rp 557,92 miliar menjadi Rp 529,25 miliar. Laba usaha juga terpangkas dari Rp 484,90 miliar menjadi Rp 438,02 miliar.
Dipicu penurunan tersebut, laba per saham perseroan turun dari Rp 53,90 per saham menjadi Rp 38,25 per saham.
Sedangkan total aset perseroan mencatatkan peningkatan dari Rp 5,19 triliun tahun 2022 menjadi Rp 5,51 triliun tahun 2023.Liabilitas perseroan juga naik dari Rp 2,75 miliar menjadi Rp 3 triliun.
Baca Juga
Bali Towerindo (BALI) sebelumnya telah meraih fasilitas kredit term loan dengan total Rp 575 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Fasilitas kredit tersebut terdiri atas term loan 8 dan term loan 9.
Wadirut BALI Lily Hidayat mengatakan, fasilitas kredit tersebut akan digunakan sebagai belanja modal (capex) perseroan. Pinjaman tersebut juga akan digunakan untuk refinancing asset existing.
“Pinjaman tersebut berjang waktu 60 bulan sejak penandatangan perjanjian term loan 8. Sedangkan term loan 9 berjangka waktu 66 bulan terhitung sejak penandatangan perjanjian,” tulisnya.

