Asing Net Sell Saham Rp 561,75 Miliar, Berikut Daftar Saham yang Dijual
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 561,75 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/7/2025), sebanyak 53,45 poin (0,72%) menjadi 7.344,74. Pelemahan ini merupakan yang pertama setelah 11 hari menguat 7,76% terhitung sejak 7 Juli 2025 hingga kemarin.
Net sell melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebanyak Rp 482,42 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 291,26 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 49,84 miliar, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 40,19 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencapai Rp 33,53 miliar.
Baca Juga
Ketua Banggar: Belanja RAPBN 2026 Diproyeksikan Tembus Rp 3.820 Triliun
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) melanda saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 126,79 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 100,80 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 77,13 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 62,27 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 40,88 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas koreksi hampir seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar terjerembab 4,36%, sektor property 1,01%, sektor konsumer primer 0,85%, sektor keuangan 0,41%, sektor konsumer non primer 0,53%, dan sektor energi 0,20%. Satu-satunya sektor yang masih naik adalah sektor infrastruktur 1,69%.
Penurunan tersebut juga dipicu penurunan dalam saham-saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti TPIA anjlok 5,36% menjadi Rp 8.825, BRPT melemah 7,95% menjadi Rp 2.200, dan BREN turun 0,32% menjadi Rp 7.875, ANTM anjlok 7,21% menjadi Rp 2.960, AMMN turun 1,24% menjadi Rp 7.950, dan PANI melemah 3,52% menjadi Rp 15.075
Sebaliknya saham yang menjadi penahan indeks dari kejatuhan lebih dalah adalah saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang dikendalikan Prajogo Pangestu ditutup naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak sebanyak 24,69% menjadi Rp 1.515. Kenaikan ARA selama Sembilan hari ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini melambung menjadi Rp 189,11 triliun.
Baca Juga
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) sebanyak 34,09% menjadi Rp 236 dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) ARA dengan kenaikan 24,82% menjadi Rp 880. Kenaikan pesat juga melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) melesat 19,34% menjadi Rp 1.820 dan PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) sebanyak 16,67% menjadi Rp 980.
Sebaliknya pelemahan melanda lima saham berikut, yaitu saham MERI turun 14,94% menjadi Rp 410 atau auto reject bawah (ARB) dalam dua hari beruntun. Saham KONI anjlok 14,77% menjadi Rp 1.270, SAFE turun 13,33% menjadi Rp 208, BWPT melemah 11,93% menjadi Rp 96, dan PSAT melemah 11,19% menjadi Rp 1.945.
IHSG kemarin ditutup melesat 86,27 poin (1,18%) ke tertinggi baru tahun ini level 7.398 dengan penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 180,30 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 233,58 miliar, BMRI Rp 190,48 miliar, dan SSIA senilai 119,18 miliar.

