IHSG Sukses Pertahankan Penguatan, Faktor Ini Dinilai Jadi Penopang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Keberhasilan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I lanjutkan penguatan 0,53% ke level 7.178, Rabu (16/7/2025), terdorong sentimen positif dari penurunan tarif ekspor ke Amerika Serikat.
Tarif baru yang ditetapkan turun menjadi 19% dari sebelumnya 32% dinilai berpotensi mendorong kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
Baca Juga
Tarif Impor AS Turun ke 19%, Apindo Ingatkan Bahaya Gaya Trump yang Bisa Berubah Kapan Saja
Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas, Reydi Octa, mengatakan bahwa penyesuaian tarif dagang tersebut menjadi angin segar bagi pelaku pasar, di tengah ekspektasi investor terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait arah kebijakan suku bunga.
“Jika hasilnya bagus, peluang IHSG rebound semakin terbuka, tentunya dengan diikuti aliran dana asing yang akan masuk kembali ke IHSG,” ujar Reydi saat dihubungi investortrust.id Rabu, (16/7/2025).
Baca Juga
IHSG Sesi I Menguat 0,53%, Tujuh Saham Dimotori CDIA Cetak ARA
Meski demikian, Reydi mengingatkan, tekanan margin masih dirasakan oleh emiten-emiten yang memiliki kegiatan utama berbasis ekspor. “Untuk sektor yang terdampak walau terjadi penurunan tarif, namun emiten yang kegiatan utamanya adalah ekspor masih tertekan margin akibat tetap dikenakan kenaikan tarif,” jelasnya.
Sementara itu, sektor perbankan justru dinilai memiliki prospek yang lebih menjanjikan. Dengan ekspektasi inflasi yang lebih terkendali dan potensi penguatan nilai tukar Rupiah, suku bunga domestik diperkirakan dapat melandai, memberikan ruang pertumbuhan yang lebih baik bagi sektor keuangan.

