BEI Tambah 5 Saham Underlying untuk Single Stock Futures, Transaksi Derivatif Naik 142%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperluas cakupan produk derivatif dengan meluncurkan 5 saham baru sebagai underlying untuk Kontrak Berjangka Saham (KBS) atau Single Stock Futures (SSF) mulai Senin, 14 Juli 2025.
Peluncuran ini menambah total underlying SSF menjadi 10 saham, seiring dengan peningkatan minat investor terhadap instrumen derivatif. Hingga Juni 2025, transaksi SSF telah mencapai 2.175 kontrak senilai Rp 1,02 miliar dan jumlah investor derivatif naik 142%, dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga
Emiten Prajogo Kerek IHSG Sesi I 0,52%, Sebaliknya Saham Sektor Keuangan Terjun
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, penambahan underlying ini sebagai langkah strategis untuk mendorong kedalaman pasar, meningkatkan likuiditas, dan memberikan lebih banyak pilihan investasi derivatif di pasar modal Indonesia.
“Dengan semakin luasnya pilihan produk derivatif, kami berharap investor memiliki lebih banyak alternatif instrumen untuk menyesuaikan strategi investasinya,” ujar Jeffrey di Jakarta, hari ini.
Kelima saham yang ditambahkan sebagai underlying SSF, yaitu saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Baca Juga
IEU-CEPA Rampung, Mendag: Eropa Mulai Longgarkan Aturan EUDR untuk Produk Indonesia
Dengan tambahan tersebut, total saham underlying SSF kini meliputi saham dari sektor keuangan, pertambangan, konsumsi, hingga energi, mencerminkan potensi sektor-sektor unggulan di tengah dinamika global.
BEI juga menegaskan akan terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku pasar dan mendorong partisipasi aktif dari Anggota Bursa agar akses terhadap produk derivatif semakin inklusif.

