BEI Luncurkan 15 Seri Single stock Futures , Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan sebanyak 15 single stock futures (SSF) dengan lima underlying saham penghuni indeks LQ45. SSF ini melengkapi produk derivative lainnya, seperti LQ45 Futures, IDX30 Futures, Indonesia Government Futures, Basket Bond Futures, dan lainnya.
SSF ini akan memberikan kesempatan bagi investor untuk menerapkan strategi baru dalam bertransaksi saham yang ada di LQ45 dengan modal yang lebih ringan.
SSF merupakan produk derivatif berupa kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Artinya, dalam Single Stock Futures, kontrak tersebut disepakati antara dua belah pihak yang menjual atau membeli suatu saham dengan harga dan jangka waktu tertentu.
Baca Juga
Bos BEI Sebut Pasar Saham Indonesia Tahan Banting, Ini Alasannya
Kontrak itu terbagi menjadi dua, yakni kontrak beli (long) dan kontrak jual (short). Investor Long Futures akan mendapatkan keuntungan apabila harga spot naik. Karena investor telah mengunci harga beli (harga matched) yang lebih rendah dibandingkan harga di pasar (harga spot) yang lebih tinggi.
Sedangkan investor Short Futures akan mendapatkan keuntungan apabila harga spot turun. Karena investor telah mengunci harga jual (harga matched) yang lebih tinggi dibandingkan harga di pasar (harga spot) yang lebih rendah.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, peluncuran tahap awal, BEI akan meluncurkan 15 seri SSF yang terdiri atas 5 underlying saham yang ada di LQ45.
Baca Juga
Aktif Edukasi Masyarakat, BEI Beri Apresiasi Sejumlah Galeri Investasi
Sejumlah saham yang dimasukkan dalam SSF ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MKDA) dengan masing-masing terdapat tiga periode kontrak, yaitu 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan.
“Sehingga total akan ada 15 seri yang akan dikeluarkan,” ungkap Jeffrey dalam acara Pengenalan Single Stock Futures dan Implementasi Papan Pemantauan Khusus secara daring, Jumat (15/3/2024).
Dia juga memaparkan bahwa hingga kini, ada 16 Anggota Bursa (AB) yang menyatakan minatnya untuk bergabung sebagai anggota bursa derivatif.“Enam diantaranya sedang diproses secara intensif oleh tim kami dan satu sudah prosesnya, yaitu Binaartha Sekuritas, dalam waktu yang sangat dekat, kami harapkan ada tambahan beberapa anggota bursa derivatif yang akan diberikan izin oleh Bursa Efek Indonesia,” terang Jeffrey.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 BEI Firza Rizqi Putra mengungkapkan bahwa alasan dipilihnya ke-5 saham ini adalah melalui pertimbangan bahwa likuiditas, fundamental, dan representasi dari kapitalisasi pasar oleh LQ45 atau IDX30.
Baca Juga
“Jadi kurang lebih 5 saham tersebut sudah mereplikasi 49% market cap dari IDX30. Nah sehingga investor semakin menilai SSF dan IDX30 menarik untuk ditransaksikan secara bersamaan,” jelas Firza.
Dalam tahap awal, BEI meluncurkan produk ini secara bertahap dengan menimbang terlebih dahulu demand pasar seperti apa. Menurut Firza, produk SSF ini kurang lebih akan diluncurkan pada bulan April atau Mei 2024.
“Tahun berikutnya kita akan lihat lagi demandnya seperti apa, jadi tidak menutup kemungkinan kita akan mengeluarkan semua tapi kita akan mengeluarkannya secara bertahap,” pungkasnya. (CR-4)

