Reliance Sekuritas Jagokan Saham SCMA dan SMGR, Saat IHSG Diprediksi Lanjutkan Kenaikan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/7/2025), diprediksi melanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan 6.933- 7.046. Sedangkan saham pilihan hari ini SCMA dan SMGR direkomendasikan beli. Sebaliknya sell on strength saham BRPT dan PTRO.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle IHSG berbentuk white spinning top, berhasil menembus MA20, indikator Stochastic golden cross. “Dengan demikian, IHSG hari ini diproyeksikan melanjutkan penguatan dengan saham pilihan SCMA, SMGR, BRPT, dan PTRO,” tulisnya.
Baca Juga
BEI Suspensi Kembali Saham Green Power (LABA), Kenaikan Capai 146%
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penguatan bursa saham AS semalam. Kenaikan didukung sentimen positif dari adanya rencana pemotongan suku bunga acuan oleh The Fed dan kapitalisasi pasar Nvidia yang berhasil menembus US$ 4 trillion. Sedangkan beberapa bursa utama Asia dibuka menguat, seperti indeks Nikkei 225 sebanyak 0,17% dan Kospi yang naik 0,37%.
Di tengah peluang penguatan tersebut, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham SCMA dengan target harga Rp 183 dan SMGR dengan target harga Rp 3.090. Sebaliknya dua saham emiten Prajogo, yaitu BRPT dan PTRO, direkomendasikan sell on strength.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 61,45 poin (0,88%) menjadi 7.005 dengan investor asing masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 394,18 miliar, terbanyak BBCA Rp 174,38 miliar, BMRI Rp 120,01 miliar, dan CUAN Rp 65,01 miliar.
Baca Juga
Target Kinerja Keuangan dan Saham MAP Aktif (MAPA) Dipangkas, Ini Pemicunya
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan harga saham big bank, seperti BBRI menguat 5,16% menjadi Rp 3.870, BMRI naik 2,34% menjadi Rp 4.820, BBNI naik 2,75% menjadi Rp 4.110, BBCA naik 1,18% menjadi Rp 8.600. Kenaikan indeks juga didorong saham BREN dengan penguatan 2,09% menjadi Rp 6.100.
Sektor utama penopang kenaikan indeks datang dari penguatan saham sektor keuangann 1,86%, sektor energi sebanyak 1,64%, saham infrastruktur 1,84%, saham sektor material dasar naik 0,45%, sektor property 0,31%, sektor industry 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer 0,76% dan sektor kesehatan 0,02%. Di tengah kenaikan IHSG ini, sebanyak delapan saham cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu CHEK, MERI, COIN, IOTF, BLOG, CDIA, PSAT, dan AIMS.

