Pharos (PEHA) Raup Penjualan Rp 1,01 Triliun, Bagaimana dengan Labanya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan penjelualan bersih senilai Rp 1,01 triliun pada 2023. Angka tersebut menunjukkan penurunan dari raihan tahun 2022 senilai Rp 1,68 triliun.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan, Sabtu (6/4/2024), menyebutkan bahwa penurunan pendapatan tersebut berimbas terhadap penurunan laba tahun berjalan perseroan dari Rp 27,39 miliar menjadi Rp 6,01 miliar. Penurunan tersebut juga sejalan dengan pelemahan laba bruto perseroan dari Rp 584,09 miliar menjadi Rp 518,42 miliar.
Baca Juga
Komisaris Ini Aktif Borong di Tengah Penurunan Harga Saham Phapros (PEHA)
Anak usaha BUMN farmasi ini juga mencatatkan penurunan laba usaha dari Rp 101,03 miliar menjadi Rp 71,32 miliar. Begitu juga dengan laba sebelum pajak turun dari Rp 41,50 miliar menjadi Rp 7,68 miliar.
Penurunan laba bersih tersebut memciu penurunan dalam laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 28,06 miliar menjadi Rp 5,95 miliar. Sedangkan laba per saham turun dari Rp 33 menjadi Rp 7 per saham.
Baca Juga
Phapros (PEHA) Derita Rugi Rp 15,15 Miliar, Komisarisnya Malah Tambah Saham
PEHA juga mencatatkan penurunan total aset dari Rp 1,80 triliun menjadi Rp 1,76 triliun. Liabilitas berhasil dipangkas dari Rp 1,03 triliun menjadi Rp 995,56 miliar. Adapun kas dan setara kas akhir tahun anjlok dari Rp 147,68 miliar menjadi Rp 65,83 miliar.
Realisasi akhir tahun ini menunjukkan perbaikan, dibandingkan akhir periode September 2023 dengan penjualan bersih sebesar Rp 779,91 miliar, turun 11% dari Rp 876,43 miliar pada September 2022. Hasil tersebut membuat bottom line berubah menjadi rugi tahun berjalan sebesar Rp 15,15 miliar dari posisi laba Rp 16,57 miliar per September 2022.

