Bagikan

Dua Emiten Baru Ramaikan Bursa : PSAT Tembus ARA, ASPR Naik 9,6% di Hari Perdana

Poin Penting

Saham PSAT dan ASPR resmi melantai di BEI pada 8 Juli 2025,
Saham PSAT dan ASPR resmi melantai di BEI pada 8 Juli 2025
ASPR memperoleh Rp 100,69 miliar dari IPO

JAKARTA, investortrust.id - PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (8/7/2025) ini.

Di awal pembukaan, saham PSAT bergerak melesat hingga tembus auto rejection atas (ARA) atau melesat 225 poin (25%) ke level Rp 1.125 per saham. Sedangkan saham ASPR juga bergerak naik 12 poin (9,6%) ke posisi Rp 136 per saham.

PSAT sendiri merupakan emiten yang bergerak di bidang angkutan laut domestik untuk barang khusus dan umum ini optimistis dapat memperluas ekspansi bisnisnya, khususnya dalam sektor pengangkutan batubara dan barang lainnya, serta memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri pelayaran nasional.

Direktur Utama PSAT Susanto, menjelaskan saat ini perseroan masih fokus pada jasa pengangkutan komoditas batu bara. Namun, menurutnya, terdapat berbagai peluang untuk memperluas jangkauan pasar dengan mulai melayani pengangkutan komoditas lainnya.

“Komoditas seperti pasir silika, kayu log, hingga bauksit itu menjadi peluang bagi kami ke depan,” ucapnya di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa, (8/7/2025).

 

Baca Juga

Harga IPO Saham Rp 850-900, Pancaran Samudera (PSAT) Optimistis Diburu Investor


Dalam IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak 222.353.000 saham atau setara dengan 15% dari modal ditempatkan setelah IPO, dengan harga Rp 900 per saham. Dengan demikian, perseroan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 200,1 miliar.

Sebagian besar dana hasil IPO, yakni Rp 175 miliar akan digunakan oleh anak usaha PST, PT Pancaran Karya Shipping (PKS), untuk pembelian dua unit kapal bulk carrier guna memperkuat armada perseroan dalam mendukung proyek-proyek strategis perusahaan. Sisanya akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional kapal.

Sementara itu, dalam hajatan IPO ASPR, perseroan menerbitkan 812.000.000 saham baru dengan harga penawaran sebesar Rp 124 per saham. Dana yang berhasil dihimpun dari IPO mencapai Rp 100,69 miliar, atau mewakili 29,94% dari modal disetor penuh setelah IPO.

“Kami berharap, langkah IPO ini dapat menjadi pijakan strategis dalam memperkuat struktur permodalan dan mempercepat akselerasi pertumbuhan bisnis perseroan ke depan,” kata Direktur Utama ASPR Ricky Winoto di acara yang sama.

Baca Juga

Pasar Tidak Terpengaruh Isu UBO, IPO Indokripto Koin Semesta (COIN) "Oversubscribed" Lebih Dari 180 Kali


Adapun dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk dua fokus utama, sekitar Rp 46,6 miliar akan dialokasikan untuk pembelian mesin-mesin baru, guna mendukung segmen makanan, minuman, kosmetik, farmasi, hingga kimia. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku seperti PET dan PP, serta biaya operasional pendukung ekspansi kapasitas.

Dengan penambahan mesin tersebut, ASPR menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara signifikan dan efisiensi dalam memenuhi permintaan pasar nasional, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi pusat distribusi utama.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024