Laporan Keuangan Kimia Farma Tahun 2023 Direvisi, Aset Anjlok dan Rugi Membengkak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengumumkan total aset perusahaan mengalami penurunan sebesar 5,43% setelah dilakukan penyesuaian dan penerbitan kembali Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2023.
Penyesuaian ini dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo (Kreston Indonesia), dan laporan telah resmi diterbitkan kembali pada 17 Juni 2025.
Sebagai latar belakang, manajemen Kimia Farma sebelumnya mengungkap adanya dugaan pelanggaran integritas penyediaan data laporan keuangan yang terjadi di anak usaha, yaitu PT Kimia Farma Apotek (KFA).
Baca Juga
Kimia Farma Diagnostika dan IKAHI Teken Kerja Sama Layanan Kesehatan bagi Para Hakim
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan total aset tersebut terutama disebabkan oleh penyesuaian atas persediaan dan pencadangan piutang usaha sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menjunjung prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap standar akuntansi keuangan di Indonesia (PSAK).
Selain itu, penyesuaian juga mengakibatkan kenaikan total liabilitas sebesar 5,89% serta peningkatan rugi bersih akibat koreksi pada pajak tangguhan dan cadangan kerugian piutang.
Baca Juga
Utilisasi Rendah, Kementerian BUMN Dukung Penutupan 5 Pabrik Kimia Farma (KAEF)
“Langkah ini menunjukkan komitmen kami terhadap keterbukaan informasi dan akurasi pelaporan keuangan. Penerbitan kembali laporan keuangan ini menjadi dasar penting dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2024 yang lebih solid dan sesuai PSAK,” ujar manajemen Kimia Farma dikutip Senin (7/7/2025).
Meskipun terdapat koreksi signifikan terhadap beberapa pos keuangan, kegiatan operasional dan kelangsungan usaha perseroan tidak terdampak.

