Daya Beli masih Rendah, Prospek dan Target Saham Nippon Indosari (ROTI) Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan daya beli masyarakat masih menyelimuti performa PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) sepanjang 2024. Belum pulihnya daya beli mendorong direvisi turun target harga saham produsen roti merk Sari Roti ini.
Sucor Sekuritas merevisi turun target harga saham ROTI menjadi Rp 1.400 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut merefleksikan perkiraan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 382 miliar tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 352 miliar dan realisasi tahun 2022 senilai Rp 432 miliar.
Baca Juga
Trend Bullish masih Kokoh, BRI Danareksa Sekuritas Jagokan Empat Saham Ini
Sedangkan sentiment positif saham datang dari posisi keuangan dengan neraca keuangan perseroan yang kuat, yaitu mencatatkan arus kas bersih. Belanja modal diperkirakan cenderung rendah dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih perseroan berkisar 12% untuk periode 2023-2028. Target tersebut mempertimbangkan penguatan dayan beli masyarakat secara bertahap dan peningkatan margin keuntungan dipicu harga bahan baku yang relative stabil,” tulis analis Sucor Sekuritas Clara Nathania dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Turun 58% Jadi US$ 500 Juta
Terkait strategi di tengah daya beli yang belum pulih, dia mengatakan, ROTI mulai gencar meningkatkan penetrasi penjualan melalui modern trade (MT) dengan menwarkan produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Adapun pemasaran melalui general trade (GT), perseroan menggencarkan kerja sama dengan distributor dan agen baru.
Sucor Sekuritas juga menambahkan penjualan roti perseroan sepanjang semester I tahun ini diprediksi relative stagnan dipicu atas Ramadhan dan libur sekolah pada Juni tahun ini.
Estimasi Kinerja Keuangan ROTI
Sumber: Sucor Sekuritas

