Sekuritas Ini Pangkas Target Kinerja Nippon Indosari (ROTI), Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Proyeksi kinerja keuangan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) dipangkas, seiring dengan rendahnya realisasi pendapatan dan laba bersih sampai September 2023. Revisi turun target ini datang dari Sucor Sekuritas.
Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania mengatakan, penurunan laba bersih ROTI sebanyak 12,4% menjadi Rp 230 miliar hingga September 2023 di bawah estimasi. Begitu juga dengan penurunan tipis pendapatan menjadi Rp 2,83 triliun.
Baca Juga
Potensi Cuan Besar, Ini Yang Membuat Saham Sari Roti (ROTI) Layak Lirik
“Realisasi laba bersih tersebut hanya merefleksikan 51% dari target Sucor Sekuritas. Angka tersebut juga di bawah perkiraan konsensus analis sekitar 61%,” terangnya dalam riset yang diterbitkan, belum lama ini.
Penurunan laba bersih produsen roti Sari Roti (ROTI) tersebut dipicu atas peninkgatan belanja operasional (opex) yang lebih besar, dibandingkan perkiraan semula. Hal ini memicu margin EBIT lebih rendah, dibandingkan tahun lalu.
Terkait penjualan dalam beberapa kuartal ke depan, Sucor Sekuritas, diprediksi bertumbuh sejalan dengan proyeksi manajemen perseroan. Pertumbuhan juga didukung atas penguatan kemitraan dengan distributor dan agen untuk mendongkrak penjualan melalui general trade (GT).
Baca Juga
Pengendali Tender Offer Saham Tower Bersama (TBIG), Bagaimana dampak Pergerakan Harga?
Hingga September 2023, perseroan telah memiliki jaringan sebanyak 44.500 outlet GT dan sebanyak 43.500 outlet modern trade (MT).
Sucor Invest merevisi turun target laba bersih ROTI tahun ini menjadi Rp 450 miliar menjadi Rp 361 miliar. Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 4,03 triliun menjadi Rp 3,91 triliun. Sedangkan target harga saham ROTI juga direvisi turun menjadi Rp 1.510 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

