BEI: Seluruh Bursa Asia Terkoreksi Dalam Akibat Kabar Israel-Iran, Penurunan IHSG Bukan Terparah!
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memasuki zona merah pada perdagangan Jumat (19/4/2024), usai sejumlah berita melepaorkan Israel membalas serangan Iran dini hari tadi.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengungkapkan, penurunan indeks harga saham terjadi hampir di seluruh bursa Asia.
“Peningkatan eskalasi antara Israel dan Iran direspons negatif oleh bursa-bursa di kawasan Asia, termasuk Indonesia dengan penurunan sesi I mencapai 1,82%,” jelas Irvan melalui pesan singkat, Jumat (19/4/2024).
Baca Juga
Berdasarkan data terkini, BEI mendata bahwa hampir seluruh bursa Asia mengalami penurunan, yakni dalam rentang -0,40% sampai -3,31%. “Artinya, ada beberapa bursa yang turun lebih dalam dari Indonesia,” tegas Irvan.
Bursa dimaksud, meliputi bursa saham atau pasar modal di Filipina yang terkoreksi 1,71% hari ini , Vietnam -1,93%, Thailand -1,81%, dan Jepang -2,54% pada periode yang sama.
Dipicu serangan balasan Israel ke Iran, IHSG terhitung turun 103,71 poin sampai penutupan perdagangan sesi I, Jumat (19/4/2024). Dengan begitu, IHSG bertengger di level 7.063,10 pertengahan siang tadi. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi seluruh indeks bursa saham global dan Asia.
Baca Juga
IHSG Sesi I Anjlok 1,45% Akibat Israel-Iran, Tapi Lima Saham Dipimpin TAFT justru Melesat
Data pasar mengungkap indeks Nikkei anjlok sebanyak 943 poin, Hong Kong indeks turun 208 poin, dan Strait Times melemah hingga 18 poin. Sedangkan Dow Future, Nasdaq Future, dan S&P500 Future mendadak anjlok lebih dari 1% pagi ini.
Penurunan terdalam indeks di BEI melanda sektor teknologi turun 2,32%, sektor keuangan 1,59%, sektor infrastruktur 1,90%, sektor konsumer primer 1,92%, dan sektor transportasi 2%.
Baca Juga
Dulu Jadi Pilihan Investor, Kini Pergerakan Saham UNVR, ASII, dan TLKM kian Merana
Saham yang terkoreksi paling tajam meliputi, saham PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR).
Sedangkan bursa saham Wall Street semalam ditutup bervariasi, yaitu Nasdaq melemah 0,52% dan S&P500 turun 0,22%. Sebaliknya Dow Jones naik tipis 0,06%. Adapun IHSG kemarin ditutup rebound sebanyak 35,97 poin (0,50%) menjadi 7.166,81. Investor asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 723,76 miliar. (CR-10)

