Bagikan

Harga Bitcoin (BTC) Siap Melesat ke Rp 2,3 Miliar per Koin? Analis Prediksi Level 'Bullish' Baru

JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) menunjukkan pemulihan solid setelah memulai pekan dengan volatilitas dan saat ini diperdagangkan sekitar US$ 107.000-an atau Rp 1,7 miliar lebih.
 
Analis kripto populer Crypto Rover meyakini bahwa momentum ini baru permulaan dan Bitcoin sedang membentuk pola bullish, seperti bull flag. Ia memperkirakan harga BTC bisa melesat ke US$ 140.000 (Rp 2,3 miliar) jika breakout resistance di US$ 110.000 berhasil dilewati. 
 
Melansir dari Pintu, Sabtu (28/6/2025), dukungan dari data on-chain dan masuknya dana institusi melalui ETF memberi landasan kuat bagi prediksi ini. Menurut Crypto Rover, Bitcoin tengah membentuk pola technical chart yang dikenal sebagai bull flag, sebuah formasi klasik yang sering diikuti oleh lonjakan harga signifikan dalam sejarah pasar.
 
Ia mencatat bahwa BTC telah berkonsolidasi selama hampir 200 hari, situasi serupa yang terjadi sebelum reli besar pada siklus sebelumnya. Fase konsolidasi panjang ini biasanya diikuti oleh breakout kuat, dan kali ini pola tersebut dipercaya akan mendorong BTC menembus US$ 110.000 untuk menargetkan US$ 130.000–140.000. Rover menyebut ini sebagai “the most hated rally”, karena banyak investor skeptis saat harga stagnan.
 
Jika breakout berhasil, jalan menuju US$ 140.000 (Rp 2,29 miliar) akan terbuka lebar. Namun, kegagalan melewati resistance di US$ 110.000 dapat memicu konsolidasi lanjutan atau koreksi ringan. Rider dalam technical setup ini adalah bahwa momentum dan sentimen harus sejalan agar breakout berkelanjutan.
 
Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa saat ini hanya sekitar 40.000 BTC yang dikirim ke bursa per hari, terendah dalam lebih dari satu dekade. Tren ini sering menjadi indikasi fase akumulasi, di mana banyak investor simpan aset mereka, dan historisnya mendahului fase bull run (2016, 2019, dan 2023). Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa harga Bitcoin sudah berada di dekat titik balik besar.
 
Selain itu, dana institusional terus mengalir ke Bitcoin melalui ETF. Berdasarkan data Fairside, aliran masuk mencapai US$ 588,55 juta (Rp 9,66 triliun) hanya pada 24 Juni, menjadi minggu kedua berturut-turut dengan net inflow positif. Partisipasi institusional menciptakan dasar permintaan jangka panjang yang solid.
 
Meski fokus utama tetap pada Bitcoin, Crypto Rover juga menyoroti potensi kenaikan Ethereum (ETH). Ia mendukung posisi long senilai US$ 4,4 juta dan mencatat adanya akumulasi dari institusi besar seperti BlackRock.
 
Rover memproyeksikan harga ETH bisa bergerak dalam rentang US$ 2.600–US$ 4.000 (Rp 42,64 juta–Rp 65,6 juta), tergantung arah breakout pasar kripto secara keseluruhan. Indikator pendanaan (funding rates) untuk BTC dan ETH saat ini berada dekat nol atau bahkan negatif, sinyal klasik bottom forming. Ini memperkuat keyakinan terhadap potensi reli lanjutan.
 
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024