Saylor Prediksi Harga BTC Akan Capai US$ 1 Juta per Koin Jika Wall Street Punya 10% Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua eksekutif MicroStrategy Michael Saylor membuat prediksi Bitcoin yang menarik perhatian. Selama penampilannya baru-baru ini di konferensi Bitcoin 2025, ia memprediksi, jika Wall Street memiliki 10% Bitcoin, harga koin nomor wahid di dunia ini akan menjadi US$ 1 juta per koin. Menurutnya, tingkat adopsi institusional tersebut akan memicu lonjakan nilai Bitcoin yang tak terhentikan.
"Logikanya sederhana jika manajer aset utama mengalokasikan sebagian kecil dari triliunan aset mereka untuk Bitcoin, pasokan BTC yang terbatas, dibatasi pada 21 juta koin akan membuat harga melonjak. Bahkan alokasi 2%, dapat berdampak signifikan pada kapitalisasi pasar Bitcoin," ujarnya dilansir dari Coinmarketcapnews, Minggu (6/7/2025).
Saylor mengatakan, Wall Street amatlah penting karena ia mengendalikan puluhan triliun dolar di seluruh dana pensiun, dana lindung nilai, dan perusahaan manajemen kekayaan. Pergeseran 10% ke Bitcoin akan mewakili aliran modal masuk yang sangat besar ke dalam ruang kripto. Saylor yakin langkah ini tidak hanya akan menaikkan harga Bitcoin tetapi juga memperkuat perannya sebagai pilar utama sistem keuangan.
Baca Juga
10.000 Bitcoin Misterius Tiba-tiba Berpindah Setelah 14 Tahun "Tidur", Pasar Bakal Bergejolak?
Teorinya dibangun di atas pasokan tetap Bitcoin dan meningkatnya minat institusional, yang ia lihat sebagai perkembangan alami dalam siklus adopsi aset digital. Ia berpendapat bahwa begitu pemain keuangan utama masuk secara massal, Bitcoin menjadi lebih aman, lebih berharga, dan lebih dipercaya secara universal.
MicroStrategy, yang baru-baru ini berganti nama menjadi "Strategy," telah memimpin gerakan perusahaan ke Bitcoin. Perusahaan tersebut memegang lebih dari 580.000 BTC, yang diperoleh melalui campuran penawaran ekuitas dan utang. Saylor memandang akumulasi ini sebagai strategi bisnis dan taruhan pada dominasi Bitcoin di masa depan. Sebelumnya, ia meramalkan titik harga yang lebih tinggi, hingga US$ 13 juta per Bitcoin pada tahun 2045 berdasarkan potensi Bitcoin untuk menyerap triliunan modal global. Sementara beberapa kritikus menganggap ramalan ini terlalu optimis, Saylor tetap teguh, mendasarkan ramalannya pada dinamika pasokan dan tren adopsi jangka panjang.
Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) terkoreksi tipis sebesar 0,02% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 108.152,62 per koin pada Minggu (6/7/2025) siang, berdasarkan data CoinMarketCap. Penurunan harga ini diiringi dengan anjloknya volume transaksi harian sebesar 27,53% menjadi US$ 30,01 miliar.
Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat mencapai US$ 2,15 triliun, dengan Fully Diluted Valuation (FDV) sebesar USD 2,27 triliun. Tingkat perputaran volume harian terhadap market cap tercatat sebesar 1,39%.
Baca Juga
Harga Bitcoin Sempat Turun Lagi ke US$ 107.000 Meskipun Arus Masuk ETF Besar-besaran
Dari sisi pasokan, jumlah total Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,88 juta BTC dari maksimal suplai 21 juta BTC. Seluruh suplai yang beredar saat ini menunjukkan tingkat distribusi mencapai 100%.
Dalam 24 jam terakhir, harga sempat menyentuh titik terendah di kisaran US$ 108.031 dan tertinggi di US$ 110.640. Fluktuasi harga tersebut mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung volatil jelang akhir pekan.

