Asing Akhirnya Net Buy Rp 2,02 Triliun, Ternyata Terbantu Crossing Saham Bank Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing akhirnya masuk pasar saham lagi dengan pembelian bersih (net buy) jumbo Rp 2,02 triliun, seiring dengan lompatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6/2025) atau perdagangan hari terakhir pekan ini, sebanyak 65,26 poin (0,96%) menjadi 6.897,40.
Net buy tersebut didukung adanya crossing beli saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) Rp 2,83 triliun oleh investor asing. Net buy lainnya disumbangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 180,58 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 96,12 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 85,21 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 28,98 miliar.
Baca Juga
Konflik Timur Tengah, Mendag Yakin Ekspor Indonesia Tetap Kuat Berkat Pasar Baru
Sebaliknya penjualan bersih terbanyak melanda saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 687,27 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 276,10 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 83,04 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 77,05 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 34,86 miliar.
Pengautan tersebut ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, yaitu sektor material dasar 1,42%, sektor keuangan 1,27%, sektor infrastruktur 0,91%, sektor property 0,70%, sektor consumer non primer 0,73%, dan sektor kesehatan 0,84%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor transportasi 1,62%.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan lomptan harga, yaitu saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) cetak auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,44% menjadi Rp 242. Kenaikan juga melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 13,56% menjadi Rp 1.340 dan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) naik 13,33% menjadi Rp 153.
Penguatan peswat juga melanda saham PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik 12,73% menjadi Rp 1.815 dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP) sebanyak 12,22% menjadi Rp 101. Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam, yaitu RGAS anjlok 14,93% menjadi Rp 114, BUVA turun 13,95% menjadi Rp 74, ASPI turun 12,17% menjadi Rp 202, APEX turun 12,14% menjadi Rp 123, dan NZIA melemah 10,42% menjadi Rp 86.
Baca Juga
BP Tapera: 150.350 Rumah Subsidi Tersalurkan Senilai Rp 18,6 Triliun dalam 8 Bulan
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 37,03 poin (0,54%) menjadi 6.832 dengan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 931,09 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 503,71 miliar, BMRI senilai Rp 358,30 miliar, dan PGEO bernilai Rp 58,37 miliar.
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas koreksi mayoritas sektor saham, seprti sektor material dasar turun 2,03%, sektor energi 1,77%, sektor property 1,33%, sektor consumer primer 1,14%, dan sektor keuangan 0,11%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor transportasi, teknologi, consumer non primer, kesehatan, dan infrastruktur.
Meski IHSG melamah akibat profit taking, empat saham justru ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) PT Mitra Pack Tbk (PTMP) naik 34,33% menjadi Rp 90, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 25% menjadi Rp 5.600, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) menguat 25% menjadi Rp 1.075, dan PT Master Print Tbk (PTMR) naik 24,67% menjadi Rp 374.

