BNI Sekuritas: Optimistis Pasar Saham Bergairah di 2024
JAKARTA, investortrust.id – BNI Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan lanjutkan tren penguatan memasuki tahun 2024. Kenaikan didukung penurunan kekhawatiran terhadap inflasi dan resesi.
Pertumbuhan bursa saham juga didukung kondisi ekonomi kembali normal. “China tetap menjadi perhatian dengan banyak konsensus pesimis terkait risiko sektor properti, tantangan demografis, dan restrukturisasi rantai pasokan global,” terang Senior Executive Vice President Research BNI Sekuritas Erwan Teguh secara tertulis, Kamis (21/12/2023).
Baca Juga
Mandiri Sekuritas Proyeksikan IHSG Tahun 2024 di Level 7.640
Meski demikian, dia menegaskan, hubungan AS-China mungkin telah mencapai titik terendahnya. Risiko tinggi geopolitik saat ini tertuju pada konflik Israel-Gaza dengan peluang meluas.
Mengutip laporan Market Outlook 2024, BNI Sekuritas menganggap, tahun 2024 sebagai periode normalisasi. Pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan kembali ke kisaran 5% dengan risiko inflasi mungkin meningkat, karena fenomena cuaca El-Nino.
“Sedangkan Bank Indonesia diprediksi akan memangkas suku bunga sebesar 50 bps (basis points) pada akhir 2024 sebagai langkah dalam mendukung pertumbuhan,” Ucap Erwan.
Di sisi lain, BNI Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan agregat laba bersih emiten sebesar 8-11% tahun 2024. Hal ini didorong sektor konsumen dan keuangan, dengan risiko penurunan masih berasal dari perusahaan komoditas.
Baca Juga
Erwan menambahkan, pihaknya memperkirakan IHSG akan hijau di tengah pesta demokrasi pada Februari 2024. Selama ini dampak politik dan pemilu Indonesia akan berimbas positif, sehingga pasar dipercaya juga akan positif tetapi penuh kehati-hatian.
Di samping itu, fondasi yang kokoh dalam struktur negara serta dorongan global yang kuat menuju energi terbarukan telah mengakibatkan banyak perusahaan fokus pada rantai pasok kendaraan listrik.
“Harapan akan pemulihan dalam konsumsi dan dorongan investasi, bersama dengan pandangan bahwa pendapatan per kapita negara telah melampaui US$ 5.000 juga telah meningkatkan prospek pertumbuhan secara keseluruhan,” tegas Erwan. (CR-10)

