NPL Kredit Rumah Tangga Tren Naik, Bagaimana dampaknya terhadap Target harga Saham Bank?
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas kembali mempertahankan peringkata netral saham sektor perbankan di tengah penurunan kualitas aset seluruh sektor kredit untuk rumah tangga. Di antaranya, kredit kepemilikan rumah (KPR), kendaraan, maupun kredit lainnya.
Bredasarkan data NPL kredit rumah tanggah mengalami peningkatan menjadi 2,1% pada Maret 2025, dibandingkan Maret 2024 sekitar 1,8%. Kenaikan tertinggi dicatat NPL kredit property menjadi 2,9%, NPL kredit kendaraan naik menjadi 2,2%, dan NPL pinjaman lainnya naik menjadi 1,6%. “Peningkatan NPL consumer belum ada solusi jangka pendek dan masih tren naik,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam publikasi, Kamis (26/6/2025).
Baca Juga
Sekuritas Ini Revisi Turun Target Laba Bank Mandiri (BMRI), Bagaimana Sahamnya?
Meskipun NPL kredit properti dan kendaraan masih berada di bawah puncak selama pandemi tahun 2020, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, tren kenaikan yang terus-menerus menjadi perhatian serius, mengingat belum adanya tanda-tanda pemulihan hingga saat ini. Yang lebih mengkhawatirkan adalah NPL kredit rumah tangga lainnya telah melampaui level tertinggi selama Covid-19 dan terus meningkat sejak awal 2024.
BRI menambahkan bahwa kombinasi pertumbuhan KPR dengan kenaikan NPL merupakan sinyal yang mengkhawatirkan. Karena pemburukan kualitas aset terjadi, meskipun bank sudah berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Bahkan, NPL kredit segmen rumah tapak sudah mendekati level historis sebelum Covid-19.
Baca Juga
Perbankan Indonesia Masuki Babak Baru, Ini Strategi Jawab Tantangan Era Digital
Tak hanya itu, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa rasio NPL apartemen mencapai rekor tertinggi sepanjang masa mencapai 3,2% pada Maret 2025, melampaui puncak selama Covid-19 yang sebanyak 2,9%. Hal ini mengindikasikan adanya efek rambatan (trickle-up) dari pemburukan kualitas aset di segmen mikro ke menengah sepanjang tahun 2025.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekurtias untuk mempertahankan netral saham sektor perbankan dengan pilihan teratas saham BBCA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 11.900 dan BTPS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.500. Saham pilihan ini juga menggambarkan potensi pertumbuhan laba lebih tinggi, valuasi wajar, minimnya keterlibatan dalam program pemerintah, dan sebagainya.

