IHSG Dibuka Melemah Tipis Berlawanan dengan Gerak Saham Asia
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6/2025) atau perdagangan hari terakhir pekan ini, dibuka fluktuatif dengan penurunan sebanyak 5 poin (0,10%) menjadi 6.827 dalam lima menit setelah pembukaan.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry, consumer non primer, teknologi, keuangan, dan industry. Sebaliknya saham sektor infrastruktur, transportasi, consumer primer, dan property cetak kenaikan harga.
Baca Juga
Sekuritas Ini Revisi Turun Target Laba Bank Mandiri (BMRI), Bagaimana Sahamnya?
Di tengah pergerakan tersebut, tiga saham ini justru catatkan lompatan harga, yaitu saham PT Charnic Capital Tbk (NICK) menguat 20% menjadi Rp 1,740, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) naik 17,54% menjadi Rp 67, dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP) naik 21,11% menjadi Rp 109. Sebaliknya penurunan melanda saham APEX, NINE, dan MPXL.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 37,03 poin (0,54%) menjadi 6.832 dengan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 931,09 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 503,71 miliar, BMRI senilai Rp 358,30 miliar, dan PGEO bernilai Rp 58,37 miliar.
Baca Juga
Borong Saham Surya Citra (SCMA) Segini, Emtek (EMTK) Gelontorkan Rp 106,56 Miliar
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas koreksi mayoritas sektor saham, seprti sektor material dasar turun 2,03%, sektor energi 1,77%, sektor property 1,33%, sektor consumer primer 1,14%, dan sektor keuangan 0,11%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor transportasi, teknologi, consumer non primer, kesehatan, dan infrastruktur.
Meski IHSG melamah akibat profit taking, empat saham justru ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) PT Mitra Pack Tbk (PTMP) naik 34,33% menjadi Rp 90, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 25% menjadi Rp 5.600, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) menguat 25% menjadi Rp 1.075, dan PT Master Print Tbk (PTMR) naik 24,67% menjadi Rp 374.

