Dedolarisasi Kian Nyata, Emiten Berbasis Emas Diuntungkan?
JAKARTA, investortrust.id – Aksi jual mata uang dolar Amerika Serikat oleh sejumlah negara, dituding sebagai biang keladi anjloknya harga komoditas, kecuali emas.
Ekonom Sucor Sekuritas, Ahmad Mikail, jika awalnya banyak negara setia terhadap dolar AS, kini mulai luntur, tatkala krisis ekonomi mengancam, orang yang sebelumnya mengumpulkan dolar AS. Saat ini menurut dia mulai beralih, salah satunya ke instrumen emas.
Mikail memproyeksikan dedolarisasi akan terus terjadi dan berdampak pada anomali terhadap harga emas. “Dedolarisasi yang tadinya awalnya hanya sekedar konsep atau isu-isu yang dibicarakan banyak orang di pasar modal sekarang sudah terealisasi,” ujarnya saat Webinar Perubahan Ekonomi Indonesia di tahun 2024, Sabtu, (13/1/2024).
Baca Juga
Hillcon (HILL) Berada di Tengah Pertumbuhan Industri Nikel, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
Menurut Mikail, pembelokan arah harga emas terhadap yield obligasi pemerintah di Amerika, terlihat dari yield yang masih tetap tinggi, tapi harga emasnya terus rally. Hal itu menunjukkan sebagian investor yang sudah mengalihkan uangnya tidak ke dolar AS, tetapi ke mata uang emas dan cadangan emas.
“Menurut prediksi saya adalah Rusia dan China, mereka pelan-pelan melakukan aksi buang dolar sehingga dia mengumpulkan emas. Nah, begitu tingkat suku bunga dipotong oleh the Fed, maka harga emas besar kemungkinan rally lebih tinggi lagi dari posisi sekarang di posisi US$ 2.030 per troy ounce,” bebernya.
Lebih lanjut, Mikail mempredikasikan emas bisa dihargai US$ 2.500. “Jadi, emiten-emiten yang gold related seharusnya akan diguntungkan dengan kenaikan harga emas ini,” terangnya.
Baca Juga
Top 10 Broker Sepekan, Mansek Juara dengan Nilai Transaksi Rp 8,17 Triliun
Jika harga emas naik, maka permintaan terhadap copper juga tinggi, sehingga harga copper juga akan mengalami kenaikan, dengan begitu tingkat suku bunga akan dipotong.
“Maka orang akan berbondong-bondong ke safe asset yang kelihatannya immune terhadap pemotongan tingkat suku bunga, terutama adalah gold. Nah kelihatan sudah arahnya ke sana gitu,” tandasnya.

