IHSG Sesi I Terjun 117 Poin, Sebaliknya 5 Saham Melesat dengan Kenaikan Tertinggi 29%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (23/6/2025), ditutup turun signifikan sebanyak 117,43 poin (1,70%) menjadi 6.789 ikuti kejatuhan sepanjang pekan lalu. Rentang pergerakan 6.751-6.907 dengan nilai transaksi Rp 6,72 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuha seluruh sektor saham, seperti saham sektor energi 2,10%, sektor consumer primer 2,79%, sektor consumer non primer 2,16%, sektor teknologi 2,97%, sektor property 2,72%, dan sektor industry 1,96%.
Baca Juga
Induk Bursa Kripto di Indonesia Indokripto Koin Semesta (COIN) Mau IPO, Apa Kata Para Analis?
Meski IHSG terjun parah, lima saham ini PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) naik 29,25% menjadi Rp 137, PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik 25% menjadi Rp 155, dan PT Master Print Tbk (PTMR) kembali melesat sebanyak 22,50% menjadi Rp 294.
Lompatan juga melanda saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) sebanyak 22,37% menjadi Rp 930 dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik 17,65 % menjadi Rp 160. Sebaliknya penurunan parah melanda saham MBSS melemah 15% menjadi Rp 1.445, LABA turun 14,89% menjadi Rp 160, CINT anjlok 14,72% menjadi Rp 168, JATI turun 14,50% menjadi Rp 112, dan PTBA melemah 13,90% menjadi Rp 2.540.
Pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 258,93 poin (3,61%) menjadi 6.907. Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell saham bernilai Rp 4,51 triliun. Tekanan indeks datang dari pecahnya konflik senjata Israel dengan Iran bersamaan dengan langkah The Fed yang kembali mempertahankan suku bunga.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan sebanyak 607 saham. Sisanya 203 saham ditutup stagnan dan hanya 150 saham yang catatkan penguatan. Sektor saham dengan penurunan terbesar dicatatkan saham sektor material dasar 5,69%. Penurunan lainnya melanda saham sektor industry, consumer non primer, consumer primer, hingga keuangan turun lebih dari 3%.
Baca Juga
Harga Batu Bara Turun Tipis di Tengah Eskalasi Perang Iran-Israel
Berdasarkan data, penurunan IHSG BEI tertinggi kedua di Asean setelah indeks bursa Thailand dengan pelemahan 4,91%, disusul bursa Malaysia 1,01%, Filipina PSEi turun 0,87%, dan Strait Times Singapura melemah 0,72%. Sebaliknya bursa saham Vietnam perkasa dengan kenaikan 2,38% sepekan ini.
Di tengah penurunan signifikan IHSG tersebut, pemodal asing juga terpantau merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 4,51 triliun pekan lalu, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 1,30 triliun. Hal ini menjadikan net sell saham oleh investor asing sepanjang year to date (ytd) telah mencapai Rp 53,09 triliun.

