Tak Mau Kalah, Platform Kripto OKX Bakal IPO di Bursa AS?
JAKARTA, investortrust.id - Exchange kripto dan perusahaan teknologi Web3, OKX dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah go public berupa penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). OKX bertujuan untuk menguasai pasar Amerika Serikat (AS) setelah pengamanan penyelesaian hukum sebesar US$ 500 juta.
Aksi korporasi tersebut akan dipimpin oleh Roshan Robert. Roshan Robert tercatat baru bergabung dengan OKX sebagai CEO AS.
"AS bukan lagi pasar yang mustahil. Ini adalah peluang yang belum dimanfaatkan jika didekati dengan cara yang tepat," kata Roshan Robert dilansir dari Coinmarketcap, Senin (23/6/2025).
Baca Juga
Standard Chartered dan OKX Luncurkan Program Agunan Kripto Dubai
Dampak potensial pasar AS dari IPO yang diusulkan OKX IPO secara signifikan dapat mempengaruhi adopsi institusional AS dan dinamika pasar dengan meningkatkan ketersediaan aset. Penyelesaian senilai US$ 500 juta itu penting untuk mengatasi masalah regulasi, yang menjadi dasar persetujuan penawaran umum.
Bulan April lalu, OKX telah mengumumkan peluncuran bursa kripto terpusat OKX dan OKX Wallet di Amerika Serikat, bersamaan dengan pendirian kantor pusat regional baru di San Jose, California. Pelanggan Amerika kini memiliki akses ke platform OKX, dan perusahaan akan meluncurkan fitur-fitur baru sepanjang tahun sebagai bagian dari visinya untuk membangun aplikasi super kripto.
OKX mengatakan bahwa masuknya perusahaan ke Amerika lebih dari sekadar ekspansi pasar. Menurut perusahaan, ini adalah komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab. Seiring dengan berkembangnya regulasi, OKX mengatakan bahwa perusahaan bekerja sama erat dengan regulator dan pembuat kebijakan AS untuk memastikan perusahaan beroperasi secara transparan dan patuh.
OKX telah membangun program kepatuhan global berbasis risiko yang komprehensif yang mencakup uji tuntas yang ditingkatkan, proses know your customer (KYC) yang kuat, sistem pemeringkatan risiko pelanggan, deteksi penipuan tingkat lanjut, perangkat anti money laundering (AML), pemblokiran geografis, dan teknologi pengawasan pasar, yang semuanya merupakan bagian dari komitmennya terhadap lingkungan perdagangan yang aman dan patuh.
Baca Juga
Majalah Bisnis Amerika 'Forbes' Gandeng OKX Wallet Rilis Keanggotaan NFT Eksklusif
Adapun, OKX bukan satu-satunya bursa kripto yang mengincar pencatatan di AS. Awal bulan ini, Bullish, bursa kripto yang menjadikan miliarder Peter Thiel sebagai investor, secara rahasia mengajukan IPO di AS, menurut Financial Times, yang mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Untuk informasi, OKX yang sebelumnya dikenal sebagai OKEx, adalah platform pertukaran mata uang kripto yang didirikan pada tahun 2017 oleh Xu Mingxing dan awalnya berbasis di Hong Kong. Meskipun masih memiliki kantor di Hong Kong, saat ini markas besar OKX berada di Malta, karena negara ini menawarkan regulasi yang mendukung untuk industri kripto.
OKX menjadi salah satu pilihan favorit bagi banyak trader kripto, terutama bagi mereka yang ingin memperdagangkan berbagai jenis altcoin. Platform ini secara aktif berusaha mendukung pencatatan token dari penawaran koin perdana (initial coin offering/ICO) terbaru yang ada di pasar. Selain itu, OKX dikenal karena dukungannya bagi trader di Asia, termasuk penyediaan transaksi dalam mata uang Yuan Tiongkok, yang jarang didukung oleh bursa lain.

