Merdeka Battery (MBMA) Mendadak Bangkit, Bagaimana Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Perdagangan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mendadak bangkit di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (4/4/2024). Terjadi kenaikan Rp 40 (8,16%) menjadi Rp 530.
Padahal, dalam tiga pekan terakhir harga saham MBMA cenderung bergerak di bawah level Rp 500. Lalu, bagaimana prospek kinerja dan saham anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sepanjang 2024?
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Cetak Lonjakan Pendapatan 191%, Tapi Labanya...
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan dalam riset beberapa hari lalu menyebutkan bahwa terbuka peluang pertumbuhan pesat kinerja keuangan dan saham perseroan tahun ini. Pertumbuhan ini didukung peningkatan volume penjualan.
Sejumlah faktor penopang pertumbuhan kinerja keuangan datang dari komisioning tambang nikel SCM yang bisa mendongkrak volume penjualan saprolite dan limonite masing-masing menjadi 4 juta dan 11 juta ton tahun ini. Diperkirakan penjualan limonite mengontribusi laba kotor US$ 30 juta tahun 2023 atau berkontribusi sebanyak 12% terhadap perseroan.
Perseroan juga mulai meningkatkan kapasitas produksi acid hingga penuh pada kuartal I tahun ini. MBMA juga membidik peningkatan produksi tembaga pada kuartal IV-2024. “Kami memperkirakan proyek acid, iron & metal (AIM) menghasilkan laba kotor US$ 28 juta tahun 2024 atau mengontribusi sekitar 9% terhadap total laba kotor perseroan,” terangnya.
Proyek AIM adalah fasiltias pengolahan modern, terpadu, dan berlakokasi strategis di Indonesia Morowali Industrial Park. AIM memproduksi asam sulftat, uap jenuh, pellet bijih besi, spons tembanga, hidroksida timbang-seng, emas, dan perak.
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Produksi Nikel 95.450 ton Sepanjang 2023
Merdeka Battery mencatatkan kenaikan laba bersih dari US$ 7 juta menjadi US$ 38 juta pada 2023. Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan dari US$ 1,32 miliar menjadi US$ 1,89 miliar. Kenaikan tersebut menjadikan laba per saham melesat dari Rp1 menjadi Rp 5 per saham.
Terkait harga jual nikel, dia mengatakan, peluang penurunan kian terbatas dari level saat ini berkisar US$ 17.600. Hal ini menjadi sentiment positfi bagi investor tehradap saham MBMA.
Berbagai faktor terseubt mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MBMA dengan target harga RP 650. Target tersebut mempertimbangkan peluang kenaikan pendapatan perseroan tahun ini menjadi US$ 2,05 miliar dan laba bersih melesat menjadi US$ 135 juta.
Estimasi Kinerja Keuangan MBMA
Sumber: Sucor Sekuritas

