IHSG Ditutup Rebound 0,54% hingga Tiga Saham Berikut Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/6/2025), ditutup rebound naik 38,26 poin (0,54%) menjadi 7.155,85. Pergerakannya dalam rentang 7.117-7.181 dengan nilai transaksi Rp 16,83 triliun.
Kenaikan signifikan tersebut didukung penguatan sejumlah saham kapitalisasi pasar besar (big cap), yaitu saham AMMN naik 7,26% menjadi Rp 8.125, BBCA naik 1,68% menjadi Rp 9.075, TPIA naik 3,28% menjadi Rp 10.225, MLPT naik 10,60% menjadi Rp 36.000, dan BREN naik 1,19% menjadi Rp 6.400.
Baca Juga
Market Cap Salip BREN, Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Fasilitas Condensate Splitter di Singapura
Secara sektor, penguatan didukung kenaikan saham sektor material dasar 1,67%, sektor consumer primer naik 1,72%, sektor teknologi 1,41%, sektor transportasi naik 2,55%, sektor infrastruktur 0,81%, dan sektor keuangan 0,22%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi dan industry.
Adapun saham dengan penguatan tertinggi dicatatkan tiga saham berhasil auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 34,81% menjadi Rp 182, PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) menguat 34,48% menjadi Rp 195, dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik 24,66% menjadi Rp 910.
Kenaikan signifikan juga melanda saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) naik 21,05% menjadi Rp 2.760 dan PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) menguat 16,77% menjadi Rp 188. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham OBAT melemah 13,52% menjadi Rp 454, KOPI turun 12,90% menjadi Rp 540, SMIL turun 11,36% menjadi Rp 195, SPRE turun 9,88% menjadi Rp 146, dan KARW melemah 1,62% menjadi Rp 1.080.
Baca Juga
Bank Amar (AMAR) Tetapkan Rasio Dividen 75%, Nilai per Saham Segini
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 48,47 poin (0,68%) menjadi 7.117 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 143,12 miliar oleh investor asing. Net sell terbanyak melanda saham BRMS, BBCA, dan ANTM.
Penurunan indeks kemarin dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 1,37%, sektor consumer primer 1,57%, consumer non primer 0,88%, sektor keuangan 0,63%, sektor teknologi 0,57%, dan sektor industry 0,52%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi, kesehatan, dan infrastruktur.
Di tengah penurunan tersebut, lima saham berikut torehkan lompatan harga pesat, yaitu saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 24,59% menjadi Rp 2.280 dan PT Destansi Tirta Nusantara Tbk (PDES) melesat 24,02% menjadi Rp 444.

