Meski IHSG Pekan Ini Naik, Sejumlah Saham Ini justru Anjlok Dipimpin KRYA
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) tercatat sebagai saham paling ‘boncos’ sepanjang pekan ini dengan penurunan lebih dari 31%. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini sebanyak 0,74% dari 7.113 menjadi 7.166.
Data BEI menyebutkan bahwa saham KRYA anjlok dari level Rp 126 menjadi Rp 84 hanya dalam empat hari transaksi pekan ini. Penurunan selanjutnya dicatatkan saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) anjlok 17,35% menjadi Rp 324.
Baca Juga
Penurunan juga melanda saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (ALYS) sebanyak 12,71% dari Rp 118 menjadi Rp 103, PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) anjlok 11,57% menjadi 214, dan PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) anjlok 10,23% dari Rp 352 menjadi Rp 316.
Selanjutnya saham MPMX turun 10,19% menjadi Rp 970, MPXL melemah 9,93% menjadi Rp 127, INPP melemah 9,09% menjadi Rp 800, dan PGAS turun 8,99% menjadi Rp 1.670. Penurunan dalam saham PGAS setelah cum dividen berakhir pekan ini.
Sebaliknya empat saham berhasil mencatatkan penguatan pesat pekan ini dipimpin saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) mencapai 70,78% menjadi Rp 830. Selanjutnya dicatatkan saham PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) melesat dari Rp 108 menjadi Rp 177 atau mencapai 63,89%.
Baca Juga
Usai Setor Rp 20,1 triliun ke Danantara, MIND ID Tagih Dividen Rp 5,20 Triliun dari Tiga Emiten Ini
Kenaikan harga selanjutnya dicatatkan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebanyak 52,11% dari Rp 142 menjadi Rp 216. Begitu juga dengan saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melesat sebanyak 51,38% dari Rp 545 menjadi Rp 825.
Terkait penguatan IHSG pekan ini didukung kenaikan sebanyak 403 saham. Sisanya 231 saham ditutup stagnan dan sebanyak 326 saham membukukan penurunan harga. Investor asing juga merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham hingga Rp 1,30 triliun pekan ini, dibandingkan dengan net sell saham pekan lalu mencapai Rp 4,70 triliun.

