Jasuindo (JTPE) Bidik Pertumbuhan 10% di 2025, Siapkan Strategi Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) membidik pertumbuhan kinerja keuangan sebanyak 10% pada 2025. Jika dibandingkan dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2024 yang sebesar Rp 237,97 miliar, maka laba bersih tahun ini diincar sebesar Rp 261,76 miliar.
Target pertumbuhan laba tahun ini terhitung lebih rendah, dibandingkan kenaikan laba tahun lalu yang tercatat 14,6% dibandingkan 2023. Sedangkan perbandingan penjualan dengan tahun sebelumnya, justru turun 7,83% (yoy) menjadi Rp 2,11 triliun pada 2024.
Baca Juga
Investor Asing Borong Saham Rp 478,77 Miliar Saat IHSG Ditutup Anjlok 0,53%, Ada Saham RATU
“Guna mendukung target pertumbuhan laba hingga 10% tahun ini, kami menyiapkan strategi dengan memanfaatkan kompetensi perusahaan untuk menciptakan peluang pasar baru, baik di segmen sekuriti maupun non-sekuriti,” jelas Direktur Keuangan Jasuindo Tiga Perkasa Lukito Budiman dalam paparan publik secara virtual, Kamis (12/6/2025).
Lukito mengeklaim, salah satu kekuatan kompetitif perusahaan adalah produk keamanan bermargin tinggi yang mampu mendongkrak kinerja Jasuindo Tiga Perkasa secara kuat.
“Dengan langkah-langkah strategis tersebut, kami optimistis dapat mencapai target pertumbuhan dan terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, serta pemangku kepentingan lainnya sepanjang 2025,” ungkapnya.
Baca Juga
Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Tebar Dividen Rp 164,45 Miliar, Nilai per Saham Segini
Sebagai permulaan mencapai target, Jasuindo Tiga Perkasa telah mencetak laba bersih Rp 51,16 miliar pada kuartal I-2024 dengan kenaikan 16,17% (yoy). Pada kuartal pertama tersebut, segmen bisnis non-sekuriti bahkan mencatat peningkatan penjualan 19% (yoy).
Namun lagi-lagi total penjualan yang dicatat perseroan masih turun atau tidak sejalan dengan pertumbuhan laba bersih di periode yang sama. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, penjualan emiten penyedia solusi percetakan sekuriti itu turun 5,86% (yoy) menjadi Rp 348,32 miliar.

