Timah (TINS) Bagi Dividen Rp 474,65 Miliar, Segini per Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah Tbk (TINS) akan membagikan dividen sebesar Rp 474,65 miliar atau 40% dari laba bersih tahun lalu yang senilai total Rp 1,19 triliun. Sedangkan 60% sisa laba bersih 2024, emiten anggota BUMN Holding MIND ID ini dicatat sebagai saldo laba yang belum dicadangkan, yakni sebesar Rp 711,98 miliar.
Bila dibagi jumlah saham TINS sebanyak 7.447.753454 per 31 Mei 2025, jumlah dividen PT Timah yang akan diterima investor adalah sekitar Rp 63,73 per saham.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Tetapkan Dividen Rp 3,8 Triliun, Pengendali MIND ID Raup Segini
Usulan dividen yang telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta itu akan dibagikan maksimal 30 hari setelah RUPS yang berlangsung hari ini, Kamis (12/6/2025).
Tahun lalu, perseroan membukukan lompatan laba bersih sebanyak 364% (yoy) menjadi Rp 1,19 triliun. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan sebanyak 29,37% (yoy) menjadi Rp 10,86 triliun.
Manajemen menjelaskan, pertumbuhan pesat kinerja keuangan tersebut sejalan dengan perbaikan kinerja operasional. Di antaranya, produksi bijih timah yang meningkat menjadi 19.437 ton Sn pada akhir 2024, naik 31% dibandingkan 2023 sebanyak 14.855 ton Sn.
Baca Juga
Antam (ANTM) kembali Tetapkan Rasio Dividen 100%, Nilai per Saham Segini
Peningkatan tersebut ditopang adanya peningkatan jumlah unit tambang darat, produktivitas objek tambang laut, dan optimalisasi arah penggalian dengan melakukan bor pandu pada blok rencana kerja.
Peningkatan tersebut berdampak terhadap kenaikan produksi logam timah TINS sebanyak 23% menjadi 18.915 metrik ton tahun lalu, dari 15.340 metrik ton pada 2023. Penjualan logam timah juga meningkat 22% (yoy) menjadi 17.507 ton pada perbandingan tahun yang sama.
Baca Juga
Target Harga Saham Timah (TINS) Direvisi Turun, padahal Laba Melambung, Ada Apa?
Pertumbuhan pesat kinerja keuangan tersebut juga didukung peningkatan rata-rata harga jual logam timah sebanyak 17% menjadi US$ 31.181 per metrik ton pada 2024.
Sedangkan penyebaran penjualan timah perseroan tahun lalu terdiri atas penjualan timah domestik sebanyak 12% dan ekspor logam timah sebesar 88% dengan enam besar negara tujuan ekspor meliputi Korea Selatan 19%, Singapura 18%, Jepang 15%, Belanda 12%, India 10%, dan China 7%.

