BSDE Buyback Obligasi Global US$ 300 Juta, Penawaran Tender Sudah Dibuka
JAKARTA, investortrust.id – Pengembang Kawasan BSD City, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengajukan tender offer atau penawaran tender untuk membeli kembali (buyback) obligasi senior (senior notes) sebesar US$ 300 juta atau Rp 4,75 triliun (kurs Rp 15.850).
Obligasi berdenominasi dolar AS tersebut diterbitkan oleh anak usaha BSDE, Global Prima Capital Pte. Ltd (GPC) dan baru akan jatuh tempo pada tahun 2025. Surat utang ini berbunga 5,96% per tahun, di mana pembayaran pokok dan bunga obligasi dijamin oleh BSDE dan beberapa entitas anak usaha lainnya.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya mengatakan, GPC telah membuka penawaran tender dalam rangka buyback pada 19 Oktober 2023 hingga 3 November 2023, dengan opsi bisa diperpanjang atau diakhiri sebelum batas waktu tersebut. Adapun tanggal penyelesaian tender offer diperkirakan pada tanggal 8 November 2023.
Baca Juga
Proses Likuidasi Berjalan, Reksa Dana Indeks Syailendra Capital di Suspensi BEI
“Tender offer ini berdampak pada neraca keuangan Perseroan dan tidak akan memberikan dampak negative terhadao kegiatan operasional, hokum dan kondisi keuangan atau kelangsungan usaha Perseroan dan entitas anak,” papar Hermawan dalam keterbukaan informasi ang dilansir, Kamis (19/10/2023).
Disampaikan pula bahwa langkah buyback obligasi ini merupakan upaya GPC dalam mengatur neraca keuangannyasecara aktif.
Sebagai catatan, BSDE merupakan salah satu anak usaha PT Sinar Mas Land yang mampu menunjukan perfoma kinerja mentereng. Pada Semester I-2023 berhasil membukukan laba bersih Rp1,2 triliun atau meroket 159% dibanding periode yang sama 2022 senilai Rp463,64 miliar.
Baca Juga
Kenaikan laba bersih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang naik 30,21% yoy menjadi Rp Rp5 triliun. Pada periode yang sama tercatat Rp3,84 triliun.
Per 30 Juni 2023, jumlah liabilitas BSDE tercatat Rp27,26 triliun atau mengalami kenaikan 1,15% dibanding posisi per 31 Desember 2022 senilai Rp26,95 triliun.
Sementara itu, total ekuitas hingga akhir semester I-2023 mencapai Rp40,37 triliun atau meningkat 6,1% dibanding per akhir Desember 2022, yakni Rp38,05 triliun.

