Catat! Saham Sektor Ini Siap Menyambut Lonjakan Konsumsi Iduladha
JAKARTA, investortrust.id - Perayaan Iduladha yang bertepatan dengan libur panjang tahun ini diperkirakan mampu menjadi katalis positif bagi saham sejumlah sektor seiring meningkatnya konsumsi. Tradisi berkumpul, bepergian, dan mengonsumsi makanan khas Hari Raya Kurban membuat momen bagi emiten untuk mengalami lonjakan permintaan.
Meski tidak sebesar dampak Idulfitri, aktivitas konsumsi pada periode Iduladha tetap menjadi perhatian pelaku pasar dan investor dalam menilai pergerakan saham jangka pendek.
Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, perayaan Iduladha tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) secara keseluruhan.
“Efek Iduladha lebih bersifat sektoral dan hanya berlangsung sementara. IHSG biasanya tidak menunjukkan lonjakan berarti karena momen ini,” kata Liza dalam risetnya, dikutip Kamis (5/6/2025).
Liza Camelia mengungkapkan, sektor transportasi menjadi salah satu yang paling terdampak positif. “Libur panjang dan keinginan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga mendorong peningkatan mobilitas,” ujar dia.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 0,72%, Saham Emiten Prajogo Jadi Penopang
Tahun lalu, kata Liza, penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta meningkat 63,6% selama Iduladha, seluruhnya untuk perjalanan domestik. Data ini memberi sinyal bahwa saham-saham di sektor transportasi, seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), bisa mengalami peningkatan kinerja sementara seiring lonjakan lalu lintas di jalan tol.
"Selain itu, sektor makanan dan minuman mendapat dorongan konsumsi. Momentum Iduladha identik dengan kegiatan makan bersama dan pembagian daging kurban, yang membuat konsumsi daging meningkat tajam," tutur dia.
Dia menambahkan, pertumbuhan tahunan sektor makanan dan minuman sebesar 3,5% pada Juni 2024 menunjukkan potensi peningkatan penjualan di sektor ini. Meski begitu, peningkatan ini diperkirakan tetap terbatas akibat tekanan ekonomi nasional.
Waspadai Pelehaman Daya Beli
Perekonomian Indonesia, menurut Liza Camelia, tengah menghadapi tantangan serius. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang melambat ke level 4,87% pada kuartal I-2025 (year on year/yoy) menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat. Daya beli kelas menengah, yang kontribusinya sangat besar terhadap konsumsi nasional, turun 20%.
“Pelemahan daya beli ini mencerminkan risiko struktural yang perlu diwaspadai investor,” ucap Liza.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasikan Beli 4 Saham Hari Ini, Ada BRPT
Liza menjelaskan, saham sektoral lainnya yang berpotensi mendapat angin segar dari perayaan Iduladha antara lain PT Industri Jamu dan PT Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
Lisa mengemukakan, permintaan produk herbal dan kesehatan SIDO bisa meningkat pasca-Iduladha. Sedangkan UNVR diuntungkan oleh konsumsi barang personal care yang meningkat selama momen silaturahmi dan pembersihan diri. MAPI berpotensi naik tipis karena adanya belanja pakaian, makan bersama, dan promosi ritel.
Namun, Lisa mengingatkan bahwa seluruh potensi ini bersifat musiman dan tidak bisa dijadikan acuan untuk kinerja tahunan. Dalam konteks pasar modal, investor tetap perlu berhati-hati dan tidak terlalu berekspektasi tinggi terhadap momentum Iduladha.
“Meskipun ada sektor yang terangkat, dampaknya tidak akan mengubah tren pasar secara keseluruhan,” tutur Liza.
Dengan demikian, Iduladha tetap memberikan peluang jangka pendek bagi investor untuk mencermati sektor-sektor tertentu. “Namun, pemahaman yang matang atas kondisi makroekonomi dan kemampuan membedakan antara tren temporer dan fundamental jangka panjang adalah kunci dalam mengambil keputusan investasi yang cerdas,” papar dia.

