BFI Finance (BFIN) Bagikan Dividen Interim Rp 421,10 Miliar, Simak Jadwal Ini
JAKARTA, Investortrust.id – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menetapkan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 421,10 miliar. Dividen tersebut sesuai dengan keputusan direksi dan persetujuan dewan komisaris perseroan pada 1 Desember 2023.
Manajemen BFIN dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (5/12/2023), menyebutkan nilai dividen tersebut setara dengan Rp 28 per saham. “Sesuai keputusan direksi yang telah disetuji dewan komisaris ditetapkan dividen interim sebanyak Rp 421,10 miliar,” terangnya.
Pembagian dividen interim tersebut didasarkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,17 triliun hingga September 2023. Saldo laba ditahan Rp 8,49 triliun dan total ekutias mencapai Rp 9,41 triliun.
Baca Juga
Sempat Diserang Siber, BFI Finance (BFIN) Incar Pembiayaan Rp 21 Triliun
Sebelumnya, BFI Finance mengumumkan kenaikan nilai pembiayaan baru per September 2023 yang mencapai Rp14,5 triliun atau meningkat 5,3% dibandingkan periode yang sama di tahun 2022 (year-on-year/yoy), dan 4,3% meningkat dari kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter/qoq).
Perusahaan berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp 4,8 triliun, meningkat 23,9% yoy dengan laba setelah pajak dilaporkan sebesar Rp1,2 triliun, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp1,3 triliun.
Mayoritas nilai pembiayaan baru sebesar 58,3% berasal dari pembiayaan berjaminan (refinancing) kendaraan roda empat yang memang merupakan core bisnis Perusahaan.
Pertumbuhan nilai pembiayaan berkontribusi terhadap peningkatan nilai total pembiayaan bersih dari Rp17,5 triliun menjadi Rp20,5 triliun atau naik 16,9% yoy, yang secara keseluruhan turut mendorong kenaikan nilai aset dari Rp20 triliun menjadi Rp 24,2 triliun atau naik 20,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Baca Juga
Targe Harga Saham Harita Nickel (NCKL) Menggiurkan, Simak Analis Ini
BFI Finance tetap memastikan diri untuk menjaga rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) berada di bawah rata-rata industri sebagaimana tren sebelumnya. NPF bruto Perusahaan per September 2023 tercatat 2,02% sementara NPF neto berada di level 0,36%.
Hingga kuartal ketiga ini, net gearing ratio BFI Finance tercatat sebesar 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator untuk perusahaan pembiayaan, yakni sebesar 10 kali. Persentase Return on Asset (RoA) dan Return on Equity (RoE) terpantau masing-masing berada di level 8,0% dan 17,1%.

