Dunia Virtual Online (AREA) Optimistis Kinerja Tumbuh 30% Setelah IPO
JAKARTA, investortrust.id – PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 20%-30%, setelah pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO).
Sebagai catatan, perusahaan yang dikenal sebagai AREA31 melakukan pencatatan perdana saham (listing) pada Senin (1/4/2024). Perseroan tercatat sebagai emiten ke-20 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2024.
“Kami menargetkan pertumbuhan dua digit di 2024, pertumbuhan yang kami targetkan 20-30%,” ungkap Direktur Utama AREA, Michael Kurnia Wirawan Alifien dalam Press Conference Initial Public Offering (IPO) PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (1/4/2024).
Baca Juga
Menurut laporan keuangan hingga September 2023, Perseroan membukukan pendapatan Rp 30,93 miliar atau naik 47,94% yoy. Sedangkan laba periode berjalan sebesar Rp 1,85 miliar atau naik 12,54 yoy.
Adapun kenaikan pendapatan dan laba ini juga didorong oleh rencana Perseroan untuk mengejar market baru seperti AI, dan provider yang memiliki kapasitas listrik dan kebutuhan cooling yang jauh lebih besar.
“Harapannya dengan belanja modal ini kami akan lebih kompetitif di market,” paparnya.
Baca Juga
Resmi Listing, Saham Dunia Virtual Online (AREA) Menguat 10,69%
Selain itu, Perseroan akan mengembangkan data center di Area31 Cimanggis yang dinilai masih punya ruang pengembangan yang besar kedepannya.
“Saat ini kami fokus di existing area AREA31 Cimanggis dan itu masih ada ruang pengembangan yang besar kedepannya,” jelas Michael.
Adapun daripada itu, AREA menganggarkan 64,17% dari dana IPO untuk belanja modal, dan sekitar 35,83% untuk modal kerja.
Dana 64,17% tersebut akan digunakan untuk fitting out atau instalasi infrastruktur penunjang untuk Data Hall 2 dan Data Hall 3 dari AREA31 Cimanggis, penambahan kapasitas kelistrikan Data Hall 2 dan Data Hall 3, serta belanja modal untuk penambahan kapasitas pendinginan untuk Data Hall 2 dan Data Hall 3 AREA31 Cimanggis.
Sementara itu, 35,83% tersebut akan digunakan untuk modal kerja seperti perawatan peralatan MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing) dan modal kerja perawatan Gedung.
“Ini akan menjadi fokus kami dalam menggunakan dana IPO untuk penambahan kapasitas dari infrastruktur,” pungkasnya. (CR-4).

