Melesat 43% Sepekan, PGEO Ungkap Dua Agenda Penting Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengungkap dua agenda penting dalam waktu dekat, yaitu rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dan penambahan kegiatan usaha. Dua agenda penting ini ikut mengerek naik harga saham PGEO sebanyak 43% dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PGEO telah melesat sebanyak 43% dalam lima hari transaksi terakhir. Saham PGEO melesat dari level Rp 975 pada 14 Mei menjadi Rp 1.395 pada 21 Mei 2025. Sedangkan dari sisi target harga, Reliance Sekuritas mengungkap potensi kenaikan saham ini ke Rp 1.600 dalam waktu dekat.
Baca Juga
Bahkan, penguatan saham PGEO telah mencapai 82,35% dari level terendahnya tahun ini Rp 765 pada 8 April menjadi Rp 1.395 pada penutupan hari ini. Sedangkan penutupan hari ini, saham PGEO sukses cetak kenaikan 7,31% menjadi Rp 1.395.
Terkait lompatan harga tersebut, manajemen PGEO mengungkap dua informasi penting dalam surat penjelasan terkait kenaikan harga sahamnya. Pertama, PGEO akan menggelar RUPST pada 3 Juni 2025, salah satu agendanya adalah penetapan penggunaan keuntungan tahun buku 2024.
PGEO juga akan menambah dua kegiatan usaha baru, yaitu jasa pengujian laboratorium dan kegiatan usaha alat ukur fluida dua fasa. “Penambahan kegiatan usaha ini merupakan strategi ekspansi dan diversifikasi bisnis perseroan di bidang pendukung panas bumi,” ungkap manajemen PGEO dalam penjelasan resminya di BEI, Rabu (21/5/2025).
PGEO menambahkan inisiatif baru tersebut diharapkan menciptakan tambahan bagi pendapatan usaha perseroan ke depan sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan pengembangan panas bumi di Indonesia.
Baca Juga
PGEO Sebut Sumatera Punya Cadangan Panas Bumi Terbesar di Indonesia, Capai 9,6 GW
Terkait lompatan harga saham PGEO, Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada mengatakan, lompatan harga saham anak usaha Pertamina tersebut ditopang sentimen jelang RUPST pada 3 Juni 2025.
“RUPS tahunan yang di antaranya terdapat agenda penggunaan laba bersih. Pelaku pasar berharap PGEO menggelontorkan dividen besar dan perubahan anggaran dasar terkait bisnis baru yang diekspektasikan dapat memberikan nilai tambah,” jelas Reza kepada Investortrust, Rabu (21/5/2025).
Meski harga sudah melesat dalam sepekan terakhir, Reza tetap optimistis terhadap peluang kenaikan harga saham PGEO menuju level Rp 1.600 dalam waktu dekat. “Namun pemodal diminta tetap waspada terhadap aksi ambil untung, karena posisi PGEO yang mendekati area jenuh beli,” pesan dia.

